INDRAMAYU – Video yang memperlihatkan sejumlah petugas UPTD Puskesmas Patrol, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mengikuti senam di tengah jam pelayanan menjadi viral di media sosial. Rekaman tersebut memicu perhatian publik karena saat itu sejumlah pasien terlihat masih mengantre untuk mendapatkan layanan kesehatan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (25/7/2026). Salah seorang pasien mengaku kecewa lantaran pelayanan dinilai berjalan lebih lambat ketika sebagian petugas mengikuti kegiatan senam.
Pasien Keluhkan Pelayanan Melambat
Pasien yang sebelumnya telah mendaftar secara daring mengaku harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan pelayanan.
Selain antrean yang dianggap lebih panjang, suara musik dari kegiatan senam juga dinilai mengganggu kenyamanan pasien yang sedang menunggu giliran berobat.
Kekecewaan tersebut kemudian direkam dan diunggah ke media sosial hingga menjadi viral.
Kecamatan Fasilitasi Mediasi
Menanggapi kejadian itu, pihak Kecamatan Patrol segera mempertemukan pasien dengan pihak Puskesmas melalui proses mediasi.
Camat Patrol, Bagus Asep Trisnadi, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui duduk persoalan sekaligus mencari solusi yang dapat diterima kedua belah pihak.
Berdasarkan hasil klarifikasi, kegiatan senam diketahui merupakan bagian dari program rutin Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang dicanangkan Kementerian Kesehatan.
Menurut Bagus, program tersebut memang dilaksanakan secara berkala di fasilitas pelayanan kesehatan, meski waktu pelaksanaannya dapat berbeda di setiap daerah.
Ia menjelaskan pelayanan kesehatan tetap berjalan karena hanya sebagian petugas yang mengikuti kegiatan senam. Namun, diakui pelayanan sempat melambat sehingga menimbulkan ketidakpuasan pasien.
Puskesmas Minta Maaf dan Janji Perbaiki Pelayanan
Dalam mediasi tersebut, pasien menyampaikan bahwa dirinya hanya menginginkan permintaan maaf dari Kepala Puskesmas Patrol serta adanya perbaikan pelayanan kepada masyarakat.
Permintaan tersebut kemudian dipenuhi. Kepala Puskesmas Patrol menyampaikan permohonan maaf secara langsung dan berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan agar kejadian serupa tidak terulang.
Setelah tercapai kesepakatan, pasien bersedia menghapus unggahan yang telah disebarkan di sejumlah grup media sosial serta membuat klarifikasi bahwa persoalan telah diselesaikan secara damai.
Sebagai tindak lanjut, Camat Patrol meminta seluruh jajaran Puskesmas melakukan evaluasi terhadap standar pelayanan.
Ia menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama, termasuk membangun komunikasi yang baik ketika menerima keluhan dari pasien.
Saat ini, pelayanan di UPTD Puskesmas Patrol disebut telah kembali berjalan normal. Pihak puskesmas juga menyatakan siap melakukan pembenahan agar masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih baik ke depannya.












