MEDAN – Dugaan praktik sabung ayam berkedok kontes di Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, kembali menjadi perhatian publik. Sorotan muncul setelah beredarnya bukti digital di media sosial yang dinilai berbeda dengan hasil Laporan Pengumpulan Bahan Keterangan (Pulbaket) Polsek Deli Tua terkait kegiatan di lokasi tersebut.
Perbedaan informasi itu memunculkan pertanyaan dari masyarakat mengenai aktivitas yang sebenarnya berlangsung di arena tersebut serta mendorong harapan agar dilakukan pendalaman lebih lanjut oleh aparat penegak hukum.
Pulbaket Sebut Latihan Kontes
Berdasarkan dokumen Pulbaket Polsek Deli Tua, pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, personel kepolisian mendatangi lokasi yang berada di kawasan Gedung Belakang Metrolink, Jalan AH Nasution, Medan.
Dalam laporan tersebut, penanggung jawab kegiatan, M. Aswin Siregar, disebut menerangkan bahwa aktivitas yang berlangsung merupakan latihan kontes ayam sebagai persiapan menghadapi agenda nasional komunitas GAPPA.
Laporan itu juga menyebut tidak ditemukan adanya unsur perjudian maupun taruhan saat kegiatan inspeksi berlangsung. Petugas kemudian memberikan imbauan agar seluruh aktivitas tetap mematuhi ketentuan hukum yang berlaku.
Unggahan Media Sosial Jadi Sorotan
Di sisi lain, pada hari yang sama beredar unggahan media sosial dari akun Facebook bernama “Nanda Fram” yang memperlihatkan sejumlah orang berfoto bersama piala dan seekor ayam laga di depan spanduk bertuliskan “GAPPA Ayam Kontes”.
Dalam unggahan tersebut juga terdapat keterangan yang menyebut “Juara 1 tercepat adu ketangkasan ayam laga.”
Unggahan itu kemudian menjadi perhatian publik karena dinilai berbeda dengan keterangan yang tercantum dalam hasil Pulbaket. Namun demikian, redaksi belum dapat memverifikasi secara independen waktu, rangkaian kegiatan, maupun konteks penuh dari unggahan tersebut.
Muncul Dugaan Keterlibatan Oknum Aparat
Selain aktivitas yang menjadi sorotan, beredar pula informasi di masyarakat mengenai dugaan keterlibatan seorang oknum aparat dalam kegiatan tersebut.
Redaksi memperoleh informasi awal yang mengarah pada dugaan tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, identitas maupun status orang yang dimaksud belum dapat dipastikan secara resmi melalui institusi berwenang.
Karena itu, informasi tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dan tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya keterlibatan pihak tertentu.
Redaksi Upayakan Konfirmasi
Untuk memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan, redaksi telah mengajukan permohonan konfirmasi kepada Kapolsek Deli Tua, AKP Kennedy Sitompul, S.H., M.H., terkait hasil Pulbaket serta perbedaan informasi yang berkembang di masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat tanggapan resmi dari Kapolsek Deli Tua.
Permohonan konfirmasi juga telah disampaikan kepada Kepala UPTD Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Provinsi Sumatera Utara, drh. Harry Setiawan, terkait aspek kesejahteraan hewan (animal welfare) apabila benar terdapat kegiatan yang melibatkan adu fisik unggas.
Sampai berita ini dipublikasikan, pihak UPTD Kesmavet juga belum memberikan jawaban resmi.
Publik Minta Pendalaman
Sejumlah masyarakat berharap aparat kepolisian melakukan pendalaman terhadap seluruh informasi yang beredar, termasuk mencocokkan hasil Pulbaket dengan bukti digital maupun keterangan saksi apabila diperlukan.
Apabila dalam proses penyelidikan ditemukan adanya unsur tindak pidana, masyarakat berharap penanganan dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Sebaliknya, apabila tidak ditemukan pelanggaran, hasil pemeriksaan juga diharapkan disampaikan secara terbuka kepada publik guna menghindari spekulasi.
Terkait informasi mengenai dugaan keterlibatan oknum aparat, masyarakat juga berharap institusi yang berwenang melakukan klarifikasi dan pemeriksaan apabila memang terdapat indikasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
Sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, redaksi membuka ruang hak jawab dan hak koreksi kepada seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini apabila terdapat informasi yang perlu diluruskan atau ditambahkan.












