Jadup dan Dana Stimulan Tak Kunjung Cair, Mahasiswa Desak Bupati Aceh Singkil Copot Plt Kadis Sosial dan Kalaksa BPBD

ACEH SINGKIL – Penyaluran Dana Jaminan Hidup (Jadup) dan bantuan stimulan bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Singkil hingga kini masih menjadi sorotan. Sejumlah warga di beberapa desa mengaku belum memperoleh kejelasan terkait realisasi bantuan yang dinilai sangat dibutuhkan untuk pemulihan pascabencana.

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari kalangan mahasiswa. Presiden Mahasiswa STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Alfa Salam, melontarkan kritik terhadap kinerja Dinas Sosial dan BPBD Aceh Singkil yang dinilai belum mampu memberikan kepastian kepada masyarakat terkait penyaluran bantuan tersebut.

Warga Disebut Masih Menunggu Kepastian

Menurut Alfa Salam, masyarakat di Kecamatan Singkil, khususnya di Desa Teluk Ambun, Selok Aceh, Paya Bumbung, Pemuka, Teluk Rumbia, dan Rantau Gedang hingga saat ini masih menunggu kejelasan mengenai bantuan yang dijanjikan pemerintah.

Ia menilai komunikasi antara instansi terkait dengan masyarakat belum berjalan optimal sehingga menimbulkan keresahan di tengah warga terdampak banjir.

“Kami menilai Dinas Sosial dan BPBD Aceh Singkil gagal membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Hingga hari ini belum ada penjelasan yang benar-benar mampu menjawab keresahan warga terkait kapan bantuan tersebut akan direalisasikan,” ujar Alfa Salam.

Bantuan Dinilai Sangat Dibutuhkan Masyarakat

Alfa menjelaskan bahwa bantuan yang ditunggu masyarakat bukanlah bantuan kecil. Dana Jadup dan bantuan stimulan dinilai sangat penting untuk membantu warga memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sekaligus memperbaiki kondisi rumah yang terdampak bencana.

Menurutnya, keterlambatan realisasi bantuan dapat semakin membebani masyarakat yang hingga kini masih berupaya bangkit dari dampak banjir.

“Di balik bantuan itu ada masyarakat yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan keluarganya. Karena itu masyarakat membutuhkan kepastian dan realisasi yang jelas,” katanya.

Soroti Transparansi dan Pelayanan Publik

Selain menyoroti lambannya penyaluran bantuan, Alfa juga meminta pemerintah daerah lebih transparan dalam menyampaikan perkembangan proses pencairan kepada masyarakat.

Ia menilai apabila terdapat kendala administrasi maupun persoalan data penerima, hal tersebut seharusnya disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

“Jika memang ada kendala, sampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Jangan sampai warga terus menunggu tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi,” tegasnya.

Desak Bupati Ambil Langkah Tegas

Atas kondisi tersebut, Alfa Salam mendesak Bupati Aceh Singkil untuk turun tangan dan melakukan evaluasi terhadap instansi yang bertanggung jawab dalam proses penyaluran bantuan.

Ia bahkan meminta agar dilakukan pergantian pejabat apabila dinilai tidak mampu memberikan kepastian, transparansi, dan percepatan realisasi bantuan kepada masyarakat terdampak banjir.

“Jabatan publik adalah amanah untuk melayani masyarakat. Karena itu kami meminta pemerintah daerah mengambil langkah tegas demi memastikan hak-hak masyarakat dapat segera terpenuhi,” ujarnya.

Masyarakat Menunggu Realisasi Bantuan

Alfa menegaskan bahwa yang saat ini dibutuhkan masyarakat bukan lagi janji atau penjelasan berulang, melainkan realisasi bantuan yang menjadi hak para korban bencana.

Ia berharap pemerintah daerah segera mempercepat proses pencairan Dana Jaminan Hidup (Jadup) dan bantuan stimulan agar masyarakat terdampak dapat segera merasakan manfaatnya.

“Masyarakat hari ini membutuhkan tindakan nyata. Yang ditunggu warga bukan lagi janji, tetapi realisasi bantuan yang menjadi hak mereka sebagai korban bencana,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *