BANYUWANGI – Persaingan ketat dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Timur 2026 membuat KONI Banyuwangi langsung tancap gas. Demi mengamankan medali emas dan mendongkrak performa atlet pelajar, KONI Banyuwangi resmi menggandeng para pakar dari Program Studi S2 Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (UNESA).
Sinergi strategis ini diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang fokus pada penguatan kondisi fisik atlet dan peningkatan kompetensi pelatih. Langkah konkretnya adalah dengan menggelar tes pengukuran kondisi fisik berbasis sport science yang diikuti oleh pelatih berbagai cabang olahraga serta puluhan atlet pelajar di Banyuwangi.
Menolak Latihan Asal-Asalan, Saatnya Berbasis Data
Dunia olahraga modern tidak bisa lagi mengandalkan metode latihan konvensional atau sekadar tebak-tebakan. Hal inilah yang mendasari pentingnya evaluasi kondisi fisik secara terukur dan sistematis sebelum terjun ke turnamen sebesar POPDA Jatim.
Perwakilan tim pakar UNESA, Dr. Achmad Widodo, menegaskan bahwa penerapan sport science adalah kunci utama dalam memetakan potensi dan kesiapan atlet daerah. Data objektif yang diperoleh dari tes ini akan menjadi kompas bagi pelatih untuk menyusun program latihan yang presisi.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan kontribusi nyata kepada KONI Banyuwangi. Pendekatan berbasis sport science diharapkan dapat membantu pelatih memperoleh data objektif mengenai kondisi atlet sehingga program latihan dapat disusun secara lebih tepat, efektif, dan terukur,” ujar Dr. Achmad Widodo.
KONI Banyuwangi Bidik Evaluasi Total
Gayung bersambut, pihak KONI Banyuwangi menyambut baik dan mengapresiasi penuh langkah pendampingan dari kampus pencetak atlet nasional tersebut. Bagi KONI, hasil tes fisik ini akan menjadi bahan evaluasi krusial.
Dengan data yang akurat, tim pelatih Banyuwangi kini memiliki modal kuat untuk menyusun strategi latihan spesifik yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing cabang olahraga.
Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi olahraga daerah mampu menjadi motor penggerak lahirnya atlet-atlet berprestasi. Melalui implementasi sport science dari S2 Ilmu Keolahragaan FIKK UNESA, kontingen Banyuwangi optimistis mampu berbicara banyak dan merebut panggung juara di POPDA Jatim 2026.













