Dongkrak Reputasi Institusi, Humas UNWAHA Jombang Perkuat Kompetisi Protokoler di Tingkat Regional

SIDOARJO — Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang terus memacu standardisasi profesionalisme tata kelola kelembagaan di kancah regional. Komitmen strategis tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam Workshop Protokoler Perguruan Tinggi Swasta yang diinisiasi oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur di Universitas Anwar Medika, Sidoarjo, Kamis (21/05/2026).

Langkah ini menjadi bagian dari transformasi jangka panjang UNWAHA dalam memperkokoh reputasi, citra positif, serta efektivitas komunikasi publik di lingkungan pendidikan tinggi modern.

Protokoler Bukan Sekadar Seremonial, Melainkan Jantung Citra Kampus

Agenda strategis yang diikuti oleh delegasi kehumasan dari berbagai perguruan tinggi swasta (PTS) terkemuka di Jawa Timur ini dibuka langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah VII, Dyah Sawitri. Dalam pengarahannya, Dyah menegaskan bahwa fungsi keprotokolan memiliki korelasi linear terhadap marwah institusi dan wajib diintegrasikan ke dalam seluruh aspek pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.

“Fungsi protokoler tidak boleh lagi dipandang sebelah mata sebagai pelengkap acara seremonial semata. Ini adalah instrumen vital dalam membangun tata kelola yang bersih, profesional, sekaligus cerminan utama dari citra dan wibawa sebuah institusi pendidikan,” ujar Dyah secara tegas.

Hadir sebagai pemateri utama, Kepala Humas dan Protokoler Universitas Airlangga (Unair), Pulung Siswantara, membedah garis batas sekaligus sinergisitas antara fungsi kehumasan dan protokoler. Menurutnya, jika humas bergerak sebagai motor komunikasi publik dan pembentuk reputasi, maka protokoler bertindak sebagai eksekutor teknis yang memastikan seluruh aspek tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan berjalan presisi.

“Insan humas dan protokoler dituntut menjadi pihak yang paling memahami dinamika internal dan eksternal institusinya. Keberhasilan sebuah agenda besar nasional maupun internasional tidak hanya diukur dari kemeriahannya, melainkan dari ketepatan tata kelola serta ketangkasan personel dalam mengantisipasi dinamika di lapangan,” papar Pulung.

Urgensi Public Speaking dalam Menghadapi Polarisasi Informasi

Beserta tata upacara, workshop ini juga membekali peserta dengan teknik komunikasi massa mutakhir yang disampaikan oleh pakar komunikasi, Imam Fawaid. Ia menggarisbawahi bahwa kemampuan berbicara di depan publik (public speaking) merupakan kompetensi absolut bagi garda depan humas kampus untuk membangun kepercayaan (trust) masyarakat.

“Komunikasi publik yang efektif harus mampu menginformasikan, meyakinkan, sekaligus menggerakkan audiens secara positif. Penguasaan pilihan kata, intonasi, bahasa tubuh, hingga pengelolaan energi di panggung menjadi variabel penentu keberhasilan pesan institusi sampai ke masyarakat,” urai Imam.

Merespons program pengembangan kompetensi ini, Kepala Bagian Humas UNWAHA Jombang, Rohmat Hidayat, S.S., M.Pd., menyatakan kesiapan kampusnya untuk segera mengadopsi hasil standardisasi regional ini ke dalam sistem operasional internal UNWAHA. Peningkatan kapasitas ini dinilai momentumnya sangat tepat seiring dengan kepesatan perkembangan digital dan tuntutan transparansi publik.

“Kami berkomitmen tinggi untuk menaikkan kelas layanan kehumasan dan protokoler di UNWAHA Jombang. Dengan penerapan standar baku kemitraan dan keprotokolan yang lebih ketat, kami optimistis penyelenggaraan agenda akademik maupun nonakademik ke depan akan berjalan jauh lebih tertib, elegan, dan profesional,” pungkas Rohmat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *