JAKARTA — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak pidana penipuan dan praktik judi bola menjelang perhelatan Piala Dunia 2026. Imbauan ini bertujuan untuk memastikan kemeriahan ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut tetap berjalan kondusif di tanah air.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa tren kejahatan siber dan penipuan sering kali meningkat saat berlangsungnya ajang olahraga internasional berskala besar.
Waspadai Penipuan Tiket “Nobar”
Polri menyoroti potensi penipuan berkedok penjualan tiket nonton bareng (nobar). Untuk mengantisipasi hal ini, Polri berencana membuka kanal pengaduan khusus yang terintegrasi dengan TVRI selaku pemegang hak siar resmi di Indonesia.
“Masyarakat dapat memanfaatkan layanan hotline 110 untuk melaporkan indikasi penipuan. Nantinya, dimungkinkan ada hotline bersama dengan TVRI terkait pelaksanaan nobar, sehingga pengawasan terhadap penyelenggara yang sudah terdaftar dapat dilakukan secara lebih optimal,” ujar Trunoyudo di Gedung TVRI, Jakarta.
Tindakan Tegas Terhadap Judi Bola
Selain penipuan, Polri memberikan atensi khusus terhadap aktivitas judi bola. Praktik perjudian dinilai bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi memicu tindak pidana lain yang merugikan secara ekonomi dan sosial.
“Judi bola harus kita antisipasi bersama. Jangan sampai momentum olahraga ini justru dimanfaatkan untuk aktivitas melanggar hukum yang dapat menimbulkan kerugian bagi masyarakat,” tegasnya.
Dukung Sportivitas dan Kamtibmas
Brigjen Pol. Trunoyudo mengajak seluruh pencinta sepak bola di Indonesia untuk menikmati gelaran Piala Dunia 2026 dengan semangat positif tanpa fanatisme berlebihan yang dapat mengganggu ketertiban umum.
“Dukung tim favorit dengan menjunjung tinggi sportivitas. Mari kita jaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif di lingkungan masing-masing,” imbuhnya.
Piala Dunia 2026 sendiri akan diselenggarakan di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat pada Juni hingga Juli mendatang. Di Indonesia, TVRI berencana memfasilitasi antusiasme warga dengan menggelar nonton bareng di 34 stasiun daerah di seluruh penjuru negeri.












