AGATS, ASMAT — Wakil Bupati Kabupaten Asmat, Yoel Manggaprouw, S.Th., secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus (Otsus) dan Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Asmat Tahun Anggaran 2027. Dalam forum tersebut, Wabup memberikan peringatan keras kepada seluruh jajaran birokrasi agar proses perencanaan tidak terjebak dalam formalitas belaka.
Yoel Manggaprouw menekankan bahwa setiap program yang disusun wajib berakar pada kebutuhan objektif masyarakat Asmat, guna memastikan anggaran negara memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat.
Evaluasi Kritis: Tiga Pertanyaan Dasar Perencanaan
Di hadapan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Wakil Bupati melontarkan evaluasi kritis terhadap pola perencanaan yang selama ini berjalan. Ia meminta para pejabat melakukan introspeksi melalui tiga poin utama:
-
Target Fungsional: Sejauh mana sektor prioritas mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat di tingkat bawah?
-
Terobosan Strategis: Apakah rencana yang disusun mampu menjadi game changer dalam mengentaskan ketertinggalan daerah?
-
Akurasi Data: Apakah perencanaan sudah berbasis data valid yang dapat dipertanggungjawabkan secara publik?
“Saya berharap seluruh konsep perencanaan benar-benar diilhami oleh tanggung jawab moral. Jangan sampai kita berkumpul hanya untuk debat yang menguras energi, namun hasilnya hanya mengedepankan egoisme sektoral masing-masing,” tegas Yoel Manggaprouw.
Lima Pilar Pembangunan Berbasis Budaya Asmat
Pemerintah Kabupaten Asmat tetap menempatkan infrastruktur dasar sebagai tulang punggung pembangunan. Namun, Wabup menginstruksikan agar seluruh OPD menyelaraskan program pada lima pilar utama yang terintegrasi:
-
Kesehatan & Pendidikan: Sebagai fondasi utama peningkatan kualitas SDM.
-
Ekonomi Kerakyatan: Pemberdayaan untuk meningkatkan daya beli masyarakat.
-
Infrastruktur Wilayah: Mempercepat konektivitas antardistrik.
-
Reformasi Birokrasi: Menciptakan iklim investasi yang sehat.
-
Kearifan Lokal: Pengembangan sektor perikanan, pertanian, dan pariwisata wajib berbasis pada budaya lokal Asmat.
Mewujudkan Masa Depan Asmat yang Mandiri
Menutup arahannya, Wakil Bupati mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk lebih peka terhadap dinamika zaman dan tuntutan masyarakat. Efisiensi waktu dan dana menjadi prioritas utama untuk mencapai target kesejahteraan yang nyata di tahun perencanaan mendatang.
“Semoga Tuhan memberkati setiap upaya kita untuk meningkatkan derajat hidup masyarakat Asmat. Mari kita sukseskan Musrenbang ini secara partisipatif dan demokratis. Ndormoom!” pungkasnya.













