Atap SDN 2 Sribit Ambruk, DPRD Klaten Ajukan Revitalisasi Total ke Kemendikdasmen

DELANGGU — Insiden ambruknya atap ruang kelas di SD Negeri 2 Sribit, Kecamatan Delanggu, pada Kamis (02/04/2026) siang, memicu respons cepat dari otoritas terkait. Kejadian ini menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Klaten untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kelayakan bangunan sekolah guna menjamin keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

Ketua Komisi IV DPRD Klaten, Sutarna, yang meninjau langsung lokasi kejadian, menegaskan bahwa perbaikan sekolah ini akan menjadi prioritas yang diusulkan ke tingkat pusat.

Usulan Anggaran ke Pemerintah Pusat

Sutarna mengungkapkan bahwa pihak legislatif akan mendorong usulan bantuan dana revitalisasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI. Langkah ini diambil agar perbaikan tidak hanya menyasar ruangan yang rusak, tetapi mencakup pembenahan fasilitas secara komprehensif.

“Gedung ini akan kami bantu usulkan untuk mendapatkan dana revitalisasi ke Pemerintah Pusat. Tidak hanya pada bagian yang ambruk, tetapi juga ruang-ruang lain serta fasilitas pendukung seperti rumah dinas kepala sekolah yang dinilai sudah tidak layak,” jelas Sutarna saat memberikan keterangan pers, Sabtu (04/04/2026).

Meningkatkan Minat Belajar Masyarakat

Saat ini, SDN 2 Sribit tercatat hanya memiliki sekitar 32 siswa. Rendahnya jumlah murid ini diharapkan dapat teratasi melalui perbaikan infrastruktur yang lebih modern dan aman.

DPRD Klaten meminta pihak kepala sekolah, guru, hingga kepala desa untuk aktif memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar agar kembali menyekolahkan anaknya di sekolah setempat setelah proses revitalisasi usai. Kualitas bangunan yang baik diyakini berbanding lurus dengan peningkatan minat belajar dan kepercayaan orang tua siswa.

Verifikasi Lapangan dan Skala Prioritas 2026

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, juga telah meninjau lokasi untuk melakukan verifikasi lapangan guna memastikan langkah perbaikan segera dieksekusi. Sebagai tindak lanjut, DPRD Klaten dijadwalkan akan menggelar rapat kerja dengan Dinas Pendidikan untuk menyusun tahapan teknis revitalisasi.

“Program revitalisasi ini akan mencakup sejumlah SD dan SMP di Klaten dengan target pelaksanaan pada tahun anggaran 2026. Semua akan disesuaikan dengan skala prioritas dan ketersediaan anggaran daerah maupun pusat,” pungkas Sutarna.

Kejadian di SDN 2 Sribit ini diharapkan menjadi pemacu bagi semua pemangku kepentingan untuk lebih proaktif dalam memantau kondisi fisik bangunan sekolah di seluruh wilayah Kabupaten Klaten demi menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *