MUSI BANYUASIN — Insiden kebakaran hebat yang menghanguskan satu unit truk tangki BBM industri di Jalur Lintas Timur (Jalintim) Sumatera, Kecamatan Bayung Lencir, memicu reaksi keras dari kalangan aktivis di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Aparat kepolisian didesak untuk melakukan penyelidikan secara transparan atas dugaan aktivitas pengangkutan minyak ilegal.
Peristiwa tersebut terjadi di Desa Kali Berau pada Minggu sore (8/3/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Truk tangki putih biru dengan nomor polisi BD 8616 EU tersebut terbakar hebat setelah terlibat kecelakaan dengan mobil ekspedisi.
Dugaan Praktik “Minyak Masakan” dan Keterlibatan Perusahaan
Ketua Barikade 98 Musi Banyuasin, Boni, mengungkapkan adanya indikasi kuat bahwa truk tersebut mengangkut minyak hasil penyulingan ilegal (minyak masakan) dari wilayah Muba menuju Jambi. Ia menyebut truk yang diduga milik PT KTA ini ditengarai sering beroperasi di wilayah hukum Bayung Lencir.
“Polres Muba harus membuka kasus ini seterang-terangnya. Mulai dari siapa pemilik minyak tersebut, ke mana tujuannya, hingga siapa saja aktor yang bermain di belakang aktivitas ilegal ini,” tegas Boni kepada awak media.
Boni menambahkan, transparansi sangat diperlukan agar tidak muncul spekulasi liar di tengah masyarakat, terutama terkait asal-usul muatan yang memicu ledakan saat kebakaran terjadi.
Soroti Dugaan Keterlibatan Oknum Aparat
Lebih jauh, para aktivis juga menyoroti informasi mengenai dugaan keterlibatan oknum aparat di tingkat sektor (Polsek) yang disinyalir menjadi “pelindung” dalam aktivitas pengangkutan BBM ilegal tersebut.
“Jika ada oknum yang terlibat, baik dari perusahaan maupun aparat penegak hukum, kami minta diproses tanpa pandang bulu. Jangan sampai hukum tajam ke bawah tapi tumpul ke samping,” lanjutnya.
Dampak Kecelakaan: Jalintim Lumpuh Total
Berdasarkan rekaman video yang beredar, truk tangki tersebut menabrak bagian belakang mobil ekspedisi sebelum kobaran api membumbung tinggi. Suara letusan berkali-kali terdengar dari dalam tangki, yang mengindikasikan adanya material yang sangat mudah terbakar di dalamnya.
Insiden ini menyebabkan arus lalu lintas di Jalintim Betung–Jambi lumpuh total. Kemacetan panjang terjadi dari kedua arah karena pengendara tidak berani melintas di dekat lokasi kebakaran yang berisiko ledakan susulan.
Ancaman Aksi Massa
Elemen masyarakat sipil di Musi Banyuasin menegaskan akan terus mengawal penanganan kasus ini. Boni memberikan peringatan bahwa jika penyelidikan terkesan tertutup atau jalan di tempat, pihaknya siap turun ke jalan untuk menggelar aksi massa.
“Kami akan kawal terus. Jika tidak ada kejelasan publik, kami siap menggelar aksi untuk menuntut pengusutan tuntas hingga ke akar-akarnya,” pungkasnya.












