JAKARTA — Kepedulian dunia usaha terhadap pemulihan pascabencana di tanah air kembali ditunjukkan melalui aksi nyata. Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) berkolaborasi dengan Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) menyalurkan Program Beasiswa Pendidikan senilai 50.000 Euro (sekitar Rp850 juta) bagi mahasiswa terdampak banjir di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Kantor Sekretariat APINDO, Jakarta, Jumat (30/1/2026), sebagai langkah mitigasi agar pendidikan generasi muda tidak terhenti akibat bencana alam.
Menyasar Tiga Perguruan Tinggi Negeri Utama
Program beasiswa ini dikoordinasikan oleh Dewan Pimpinan Nasional (DPN) APINDO dengan sasaran mahasiswa di tiga kampus besar yang wilayahnya terdampak langsung bencana banjir dan longsor, yaitu:
-
Universitas Sumatera Utara (USU), Medan.
-
Universitas Andalas (Unand), Padang.
-
Universitas Syiah Kuala (USK), Aceh.
Berdasarkan data Kemdiktisaintek per Desember 2025, tercatat sebanyak 18.824 mahasiswa di 60 perguruan tinggi terdampak bencana di wilayah tersebut, yang mengancam keberlanjutan studi mereka akibat kondisi ekonomi keluarga yang lumpuh.
Pendidikan Tak Boleh Terhenti karena Bencana
Ketua Umum APINDO, Shinta W. Kamdani, menegaskan bahwa keberlanjutan pendidikan harus menjadi prioritas meski dalam situasi krisis. “Kolaborasi ini merupakan wujud tanggung jawab sosial dunia usaha untuk hadir di saat masyarakat paling membutuhkan,” ujar Shinta.
Hal senada disampaikan Direktur PACS CCEP Indonesia, Lucia Karina. Ia menyebut dukungan ini bukan sekadar tanggap darurat, melainkan investasi jangka panjang. Selain beasiswa, CCEP Indonesia juga menyalurkan 222 unit mesin filter air untuk memulihkan akses air bersih di wilayah terdampak melalui kerja sama dengan ketiga kampus tersebut dan Yayasan HaKa Aceh.
Apresiasi dari Rektorat
Rektor UNAND, Efa Yonnedi, Ph.D, serta jajaran pimpinan USU dan USK menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. Menurut mereka, bantuan finansial dan moral ini memberikan kepastian bagi mahasiswa untuk tetap fokus menatap masa depan di tengah ujian bencana yang menimpa keluarga mereka.
Kolaborasi strategis antara sektor swasta dan dunia pendidikan ini diharapkan menjadi model percontohan bagi perusahaan lain dalam membangun ketahanan sosial nasional pascabencana.












