JAKARTA — Menjelang periode Angkutan Lebaran 2026, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkuat strategi di lintas penyeberangan utama Sumatera–Jawa–Bali. Dengan proyeksi lonjakan penumpang hingga 9,4 persen, ASDP memastikan kesiapan armada, fasilitas pelabuhan, hingga sistem tiket daring guna menjamin kelancaran arus mudik yang aman dan berkesan.
Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, menegaskan bahwa persiapan dilakukan lebih awal dengan fokus pada kolaborasi lintas sektoral dan optimalisasi teknologi.
Lintas Merak–Bakauheni: Penambahan Dermaga Ekspres dan Pelabuhan Cadangan
ASDP menyiagakan 75 kapal di lintas tersibuk Merak–Bakauheni. Guna mengurai kepadatan, kapasitas infrastruktur di Pelabuhan Merak ditingkatkan dengan menambah Dermaga Ekspres menjadi dua unit.
Selain itu, skema contingency juga telah disiapkan dengan mengoperasikan Pelabuhan Ciwandan, Krakatau Bandar Samudera (KBS) Cilegon, serta Pelabuhan Panjang di Bandar Lampung sebagai pelabuhan penyangga saat puncak arus mudik terjadi.
Lintas Ketapang–Gilimanuk: Kapal Berkapasitas Besar Ditambah
Untuk jalur menuju Pulau Bali, ASDP menyiagakan 56 kapal di lintas Ketapang–Gilimanuk. Strategi utama di jalur ini adalah penambahan jumlah kapal berkapasitas besar (GRT besar) dari lima menjadi tujuh unit. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat rotasi kapal dan memangkas waktu tunggu penumpang secara signifikan.
Digitalisasi dan Pengaturan Arus Kendaraan
Transformasi digital melalui sistem Ferizy tetap menjadi tulang punggung pengaturan arus mudik. Berikut adalah poin penting bagi calon pemudik:
-
Pemesanan H-60: Tiket dapat dipesan sejak 60 hari sebelum keberangkatan melalui aplikasi Ferizy.
-
Wajib Tiket Online: Masyarakat diimbau membeli tiket hanya melalui kanal resmi untuk menghindari praktik percaloan.
-
Optimalisasi Buffer Zone: Area penyangga di sekitar pelabuhan diperkuat melalui koordinasi dengan kepolisian guna mengendalikan kepadatan kendaraan.
Waspada Cuaca Ekstrem dan Proyeksi Penumpang
Berdasarkan prakiraan BMKG, Monsun Asia masih aktif selama periode Lebaran 2026 yang berpotensi memicu cuaca ekstrem. ASDP memastikan fleksibilitas layanan melalui kebijakan refund dan reschedule jika terjadi penyesuaian operasional demi keselamatan.
Data ASDP memproyeksikan pergerakan penumpang mencapai 5,8 juta orang (naik 9,4%) dan kendaraan sebanyak 1,4 juta unit (naik 9,3%). Angka ini menjadi landasan ASDP dalam menyusun kapasitas operasional yang komprehensif agar mudik tahun ini berlangsung tertib dan nyaman.












