JAKARTA — Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun 2026 resmi digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Dari total 13.000 pendaftar nasional, hanya 1.659 peserta yang dinyatakan lulus seleksi ketat untuk mengikuti pelatihan intensif ini.
Salah satu peserta terpilih adalah tokoh agama asal Gresik, Ustadz H. Abdul Mukhid, Lc, M.Pd.I., yang juga menjabat sebagai Ketua KBIHU An-Nuriyyah Gresik. Memasuki hari kelima diklat pada Kamis (15/1/2026), pria yang akrab disapa Gus Mukhid ini berbagi pengalaman mengenai skema pelatihan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Sejarah Baru di Bawah Kabinet Merah Putih
Gus Mukhid menjelaskan bahwa Diklat 2026 ini merupakan diklat perdana sejak dibentuknya Kementerian Haji dan Umroh oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Kabinet Merah Putih. Pelatihan tahun ini tercatat sebagai yang terlama dalam sejarah pengurusan haji Indonesia.
“Diklat ini dikemas dengan metode semi militer. Tujuannya untuk menumbuhkan rasa kekompakan, mengubur ego, serta menanggalkan jabatan dan status sosial. Di sini, semua fokus menjadi pelayan tamu Allah SWT (Dhuyufurrahman),” tegas Gus Mukhid.
Materi Intensif: Dari Fiqih hingga Bahasa Arab
Pelatihan yang berlangsung hingga 30 Januari 2026 ini menerapkan jadwal yang sangat disiplin, mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB. Materi yang diberikan meliputi:
-
Pendidikan Baris Berbaris (PBB): Untuk kedisiplinan dan soliditas tim.
-
Bahasa Arab: Penguatan komunikasi selama bertugas di Tanah Suci.
-
Fiqih Haji dan Umroh: Pendalaman syariat ibadah.
-
Pembinaan Fisik & Mental: Persiapan stamina prima menghadapi cuaca dan beban kerja di Arab Saudi.
-
Teknis Manasik: Kesiapan mendampingi jemaah secara praktis.
Menteri Haji Tekankan Kompetensi Petugas
Menteri Haji dan Umrah, KH. Mochamad Irfan Yusuf, berharap melalui diklat yang komprehensif ini, petugas PPIH 2026 memiliki kompetensi dan kesiapsiagaan yang lebih baik.
“Target besar kami adalah penyelenggaraan Haji 2026 yang berkualitas dan prima. Petugas harus siap secara mental dan fisik untuk menjalankan amanah negara ini,” pungkas Gus Mukhid menyampaikan pesan kementerian.
Dukungan penuh dari KBIHU An-Nuriyyah Gresik dalam mengirimkan kader terbaiknya diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kelancaran ibadah haji, khususnya bagi jemaah asal Kabupaten Gresik.













