Kurnia Asri: Oase Pertanian Modern dan Pusat Edukasi di Jantung Industri Jayanti Tangerang

TANGERANG — Di tengah hiruk-pikuk kawasan industri Kabupaten Tangerang, sebuah oase hijau hadir menawarkan kesegaran dan inspirasi. Kelompok Wanita Tani (KWT) Kurnia Asri, yang berlokasi di Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, kini bertransformasi menjadi destinasi wisata edukasi unggulan yang memadukan pertanian modern dengan pemberdayaan ekonomi kreatif.

Pemberdayaan Wanita Lewat Sentuhan Agribisnis

Dipimpin oleh Ibu Nurhaeti, sosok penggerak sekaligus pemilik yang visioner, KWT Kurnia Asri menjadi wadah kemandirian bagi kaum perempuan di Desa Cikande. Fokus utamanya bukan sekadar bercocok tanam, melainkan membangun ekosistem agribisnis yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui inovasi pengolahan hasil bumi.

Pesona Hijau dan Teknologi Hidroponik

Pengunjung yang datang akan disambut hamparan tanaman yang tertata estetis. KWT Kurnia Asri memanfaatkan lahan secara optimal dengan berbagai komoditas unggulan menggunakan sistem pertanian masa kini:

  • Sayuran Hidroponik: Selada, pakcoy, kangkung, dan bayam yang tumbuh bersih dan sehat tanpa media tanah.
  • Tanaman Hortikultura: Tomat yang berbuah lebat, cabai rawit, hingga terung ungu segar.
  • Tanaman Hias: Keberadaan taman bunga yang cantik menambah daya tarik visual bagi wisatawan yang ingin berswafoto (instagramable).

Inovasi “Kurnia Snack”: Nilai Tambah Pasca-Panen

Kecerdasan Ibu Nurhaeti dalam melihat peluang pasar tercermin dari lahirnya label “Kurnia Snack”. Agar hasil panen memiliki nilai ekonomi lebih tinggi, sayuran segar diolah menjadi aneka camilan gurih yang dikemas secara modern dan higienis, seperti:

1. Keripik Bayam Krispi.

2. Stik Sayur Bergizi.

3. Aneka camilan rumahan berkualitas tinggi.

Produk-produk ini membuktikan bahwa produk desa mampu bersaing secara tampilan dan rasa di pasar yang lebih luas, sekaligus menjadi tambahan pendapatan bagi warga sekitar.

Destinasi Edukasi Keluarga

Lebih dari sekadar tempat belanja sayur, Kurnia Asri menawarkan pengalaman belajar bagi masyarakat. Pengunjung, terutama pelajar dan anak-anak, dapat belajar langsung teknik menanam hidroponik hingga proses pengolahan pasca-panen.

“Kami berharap KWT Kurnia Asri terus berkembang, lebih maju, dan selalu berinovasi sehingga memberikan manfaat nyata bagi ekonomi masyarakat sekitar,” ujar Ibu Nurhaeti saat ditemui pada Minggu (11/01/2026).

Kehadiran KWT Kurnia Asri menjadi bukti bahwa di tengah kepungan industri, sektor pertanian tetap bisa eksis dan produktif melalui sentuhan teknologi dan kreativitas kaum perempuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *