Dilakukan penggerebekan lokasi peredaran narkoba di Gang Air Bersih, Kelurahan Naga Pitu, Kecamatan Siantar Martoba, Rabu (15/01/2025) sekitar pukul 17.15 WIB. Tiga pria berinisial AN (27), HG (31), dan MS (30) berhasil ditangkap.
Wartawan senior Samsudin Harahap turut berkomentar dan kecam terkait maraknya narkoba di Gang Air Bersih yang disebut Gang Bajigur, baik di grup WhatsApp maupun di postingannya.
Seperti yang dipostingnya di akun Facebooknya, Jumat, (17/01/2025) pukul 22.03 WIB. “Aku diserang dan diancam bunuh oleh anggota dan sepupu serta ayah si Umar Harahap itu adalah karena statusku yg ini. Makanya aku jadi sangat heran, kenapa mereka marah sama aku, padahal yg kusoroti/kukritisi adalah Kapolres, Kasat Narkoba dan Kepala BNN Kota Pematangsiantar. Jadi timbul curigaku, apakah mereka ini sudah bersatu untuk menghabisi aku. ancorrr…ancorrrrr. ..!!,” tulisnya dalam akun Facebooknya sembari menampilkan isi kritikannya sehari sebelumnya yang berisi, “Terkait penangkapan pengedar narkoba di Gg Bajigur seharusnya Kapolres, Kasat Narkoba dan Kepala BNN Kota Pematangsiantar dibawa juga ke Mapoldasu untuk diperiksa. Kenapa mereka membiarkan peredaran narkoba di Gang Bajigur itu merajalela? apakah mereka juga sudah menerima “dana stabil” dari bandar narkoba itu ??”,…ancooorrr…ancoooorrrrrrrrrrrr…!!,” begitu tulisnya juga.
Alhasil gegara postingan Facebook itu, Samsudin Harahap pun didatangi diduga antek keluarga bandar narkoba tersebut saat mengopi di jalan Cipto Bawah Pematangsiantar.
“Saya lagi minum kopi, lalu didatangin ramai-ramai oleh antek-antek tersebut, saya mendapatkan pukulan dan siraman air panas di badan saya serta ancaman akan membunuh keluarga saya,” ucapnya.
Terkait kejadian tersebut, Samsudin Harahap langsung melaporkan penganiayaan dan ancaman pembunuhan tersebut ke Polres Pematangsiantar. Dalam hal ini Polres Pematangsiantar dan Polda Sumatera Utara diharapkan dapat aktif dalam menangani kasus ini.












