Peringatan Hari Desa Nasional di Desa Ponggok Kabupaten Klaten Hasilkan Deklarasi Ponggok

Acara yang digelar pada hari Rabu, 15 Januari 2025 dihadiri oleh ribuan wakil kepala desa dan perangkat desa yang ada di Indonesia yang tergabung dalam Organisasi Desa Bersatu. Gabungan Organisasi Desa Bersatu terdiri dari PP PPDI, APDESI, PAPDESI, AKSI ABPEDNAS, PABPDSI, DPN PPDI, KOMPAKDESI dan Parade Nusantara.

Acara ini juga dihadiri oleh Ketua BP Taskin Budiman Sudjatmiko, Pj. Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana, dan semua wakil dari jajaran instansi terkait.

“BP Taskin datang kesini tugasnya adalah supaya bisa mengentaskan kemiskinan, sesuai dengan program UU Desa, dana desa maupun program-program Pak Prabowo, termasuk swasembada pangan, sekolah, rumah bagi warga miskin dan makan bergizi gratis, itu semua ada badannya. Tugas BP Taskin adalah memastikan orang miskin bisa ikut berpartisipasi dalam pelaksanaannya sesuai dengan kemampuan kapasitas masing-masing,” ujar Budiman Sudjatmiko.

“Dalam hal ini dibentuklah satgas desa anti kemiskinan yang tujuannya untuk merumuskan bagaimana pengentasan kemiskinan di Pemkab dan Pemkot, dan untuk melaksanakan program pengentasan kemiskinan di desa,” tambahnya.

Dari peringatan tersebut, berhasil dirumuskan Piagam Ponggok yang terdiri dari 8 poin yang langsung ditandatangani bersama.

8 poin dalam Piagam Ponggok tersebut adalah:
1. Berkomitmen menyukseskan Asta Cita untuk desa maju dan berdaya.
2. Berkomitmen menyukseskan program makan siang bergizi dan gratis.
3. Berkomitmen menyukseskan pembangunan 3 juta rumah di desa.
4. Berkomitmen mendukung program desa bebas narkoba.
5. Mendorong partisipasi aktif desa dalam program nasional.
6. Berkomitmen menguatkan kolaborasi desa dengan pemerintah dan swasta.
7. Mendorong mewujudkan desa bersaing global.
8. Berkomitmen mendorong program retribusi larang tanah untuk kepentingan masyarakat desa.

Di samping Desa Ponggok adalah desa yang sudah naik kelas menjadi desa yang maju dan mandiri, dengan harapan bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain yang masih tertinggal. Dengan pertimbangan itulah Ponggok dipilih untuk pusat kegiatan Hari Desa Nasional.

Penulis: EKO MARSUDIEditor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *