Candi Penataran merupakan salah satu candi Hindu terbesar di Jawa Timur. Candi ini terletak di Kabupaten Blitar tepatnya di Desa Penataran Kecamatan Nglegok.
Namanya memang tidak sebesar Candi Borobudur, juga tidak setenar Candi Prambanan, tetapi destinasi wisata ini sangat cocok untuk anda yang suka dengan wisata sejarah.
Menurut Pak Yanto salah seorang staf di situs wisata ini, Candi Penataran adalah peninggalan dari tiga kerajaan, yang pertama dari Kerajaan Kediri, yang kedua dari Kerajaan Singosari dan yang ketiga dari Kerajaan Majapahit.
Seperti layaknya tempat wisata lainnya tempat ini ramai dikunjungi ketika di akhir pekan, hari libur dan hari raya.
Candi ini pertama kali ditemukan pada tahun 1815 oleh Gubernur Jenderal Inggris Sir Thomas Stamford Raffles dan kemudian setelah Indonesia merdeka candi ini dikelola oleh Purbakala Trowulan yang sekarang namanya menjadi BPK (Badan Pelestarian Kebudayaan) wilayah 11.
Dalam kompleks Candi Penataran ini dibagi menjadi tiga halaman, tapi yang paling sering dikunjungi adalah bagian patirtan atau sendang, karena banyak dari pengunjung yang penasaran dengan kolam ikannya.
”Jika warga atau pengunjung ingin melakukan kegiatan penelitian atau prewed di dalam lokasi candi ini gratis mas, tapi kalau untuk penelitian itu izinnya di kantor BPK wilayah 11 Trowulan sana,” jelas Pak Yanto.
Pada 14 Januari kemarin kami jumpai ada kegiatan pembuatan video ulangan akhir semester yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas NU jurusan PGSD.
Menurut Sania salah seorang mahasiswi yang ikut dalam kegiatan tersebut alasan pemilihan lokasi candi ini karena letaknya strategis. Selain itu juga pemandangannya sangat estetik sekali, waktu pemilihan siang hari dikarenakan tidak banyak pengunjung yang datang.
“Bikin kegiatan disini prosedurnya yang pertama tentunya minta izin dari kampus untuk ditujukan ke pihak penjaga lokasi wisata ini, alhamdulillah soal biaya gratis hanya bayar parkir Rp 3.000 saja,“ tutur mahasiswi cantik dengan almamter warna hijau tersebut.
Menurut Bu Wito salah satu pedagang di lokasi ini mengatakan bahwa tempat wisata ini tidak seramai tahun-tahun sebelumnya, dan kemungkinan dikarenakan adanya persaingan dengan banyaknya tempat wisata yang baru.
Bagi anda yang mau menghabiskan liburan akhir pekan sekaligus ingin melakukan penelitian, tak ada salahnya mengunjungi tempat yang satu ini.















