Di Kabupaten Jombang tepatnya di daerah Gudo semakin ramai dan menjadi perbincangan hangat publik terutama di media sosial, yakni kasus perselingkuhan antara mantan kepala sekolah SMK Negeri Gudo (SIS) dengan guru SMK Negeri Gudo (SIT).
Hal itu terus menjadi perbincangan publik karena terduga pelaku mesum SIT sampai berita ini diturunkan masih aktif menjadi guru di sekolahan negeri tersebut.
Beberapa kali wartawan mendatangi sekolah SMK Negeri Gudo untuk meminta keterangan dari Plt Kepala Sekolah, namun beliau melalui humas Bapak Samson mengatakan bahwa ia tidak bisa menemui karena berbagai macam alasan, dan yang terakhir saat wartawan meminta nomor hp Plt Kepala Sekolah, beliau juga tidak mau memberikan nomor hpnya.
“Kepala Sekolah tidak ada mas, beliau juga tidak mau memberikan nomor hpnya. SIT juga tidak ada di sekolah sudah saya cari ini tadi, tapi memang SIT masih bekerja disini,” jelas Pak Samson.
“Mengenai kasus SIT sudah disanksi mas tapi saya juga nggak tahu pastinya bagaimana karena yang tahu ya yang bersangkutan atau Pak Plt,” tambahnya.
Karena dari ungkapan humas yang mengambang itulah wartawan terus berusaha untuk bertemu dengan Plt Kepala Sekolah untuk menanyakan kejelasan mengenai sanksi apa yang sudah/akan diberikan pada SIT guru aktif di sekolah negeri yang dipimpinnya, namun sayang hingga berita ini diturunkan Plt Kepala Sekolah terkesan menghindar dan justru sempat mengirimkan aparat “diduga beking” untuk bernegosiasi dengan Media S.O yang sedang menyelidiki kasus tersebut.
Menemui kebuntuan di SMK Negeri Gudo, wartawan ke Cabdin Jombang untuk melaporkan dan meminta kejelasan dari Cabdin Jombang untuk sanksi tegas apa yang akan diberikan pada SIT guru aktif SMK Negeri Gudo terduga mesum dan juga Plt Kepala Sekolah SMK Negeri Gudo yang diindikasi melindungi anak buahnya tersebut.
Sesampai di Cabdin Jombang wartawan dipersilahkan untuk menunggu di ruangan karena Pimpinan baru selesai melaksanakan sholat Jumat (10-01-2025).
Setelah itu wartawan ditanya mengenai kepentingan apa yang akan dibahas, dan wartawan menjelaskan bahwa mereka akan meminta tanggapan dan kejelasan mengenai kasus terduga guru mesum di SMK Negeri Gudo.
Saat pegawai Cabdin kembali ke ruangan, ternyata Pimpinan mengatakan bahwa pihaknya sedang terburu-buru karena ada hal yang mendesak dan harus meninggalkan lokasi. Padahal beberapa waktu lalu pihak wartawan sudah sempat melaporkan hal ini dan sudah dicatat namun tidak ada jawaban/respon, justru saat didatangi ternyata malah terkesan tidak bisa/mau menemui. Saat wartawan meminta untuk dijadwalkan pertemuan pun pihak Cabdin Jombang enggan menyetujui dan menyatakan bahwa setiap harinya ada acara dan sibuk dalam sebulan ini.
Beberapa aktivis mengecam keras kasus ini karena yang patut dipertanyakan adalah apakah dugaan kuat kasus asusila seperti ini patut untuk dilindungi? Dan apakah kasus ini hanya kasus personal sedangkan sampai detik ini SIT masih menjadi guru aktif di SMK Negeri Gudo.
















