Pameran Tunggal Ray Mengku Sutentra Digelar di Indramayu

Pameran tunggal oleh Ray Mengku Sutentra diselenggarakan di Gedung Panti Budaya Sekretariat Dewan Kesenian Indramayu Jl. Veteran No. 3 Kab. Indramayu.

Ray Mengku Sutentra tinggal di Desa Cikedung Kabupaten Indramayu. Di tempat tinggalnya ia mendirikan Sanggar Rumah Teater Sawo Kecik (2021-sekarang) dan pernah mendapatkan prestasi sebagai juara 3 Lomba Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional yang diadakan oleh RSUP Sanglah Bali (2021).

Aktivitas kesehariannya selain sebagai pengajar di SMA Negeri 1 Terisi Kab. Indramayu ia juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kesenian Indramayu periode 2022-2025.

Frase Pameran “LUKISAN BUKAN PELUKIS” menurut Ray Mengku Sutentra adalah sebuah ungkapan dari kerendahan hati dan untuk memberi salam kepada para pelukis khususnya di Kota Indramayu.

Tujuan pameran ini selain sebagai proses perjalanan kesenian dari pelaku pameran juga sebagai salah satu tanggung jawab moralnya sebagai Ketua Dewan Kesenian Indramayu untuk memberikan spirit kepada generasi perupa melalui Komite Divisi Seni Rupa Dewan Kesenian Indramayu yang diketuai oleh Uthe Kras. Selain itu juga tanggung jawab moral kesenimanannya terhadap fenomena sosial yang terjadi di sekitarnya.

Pameran LUKISAN BUKAN PELUKIS “OUT OF THE BOX” diselenggarakan dari tanggal 1-7 Desember 2024.

Di dalam pembukaan diselenggarakan pula sarasehan bertajuk seni rupa dan perkembangannya di Indramayu.

Pameran ini juga diramaikan dengan hiburan dan ekspresi seni tari oleh Lovie Art Dance dan Halpyansyah Leo Wijaya.

Syayidin SR, salah satu Seniman Seni Rupa Indramayu mengatakan bahwa peristiwa ini adalah bagian dari sejarah keseni rupaan yang manis di Indramayu. Siapapun yang sudah menyelenggarakan pameran lukisan, dia adalah seorang pelukis. Dan oleh sebab itu Mas Ray Mengku Sutentra sebagai Ketua Dewan Kesenian Indramayu sudah menorehkan dan meninggalkan jejak berkeseniannya yang baik dalam seni rupa di Indramayu.

Boedi Poernomo seorang pelaku teater di Indramayu mengungkapkan, “Ray ini menuju kematangan. Itulah peristiwa pameran lukisan yang disajikannya saat ini. Semoga akan semakin matang bukan malah gugur. Meskipun saya berharap Ray juga menyajikan garapan teaternya kembali sebagai bentuk tantangan saya kepadanya yang sebagai seorang pelaku teater,” harapnya.

Penulis: GILANG AGUSTIANEditor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *