Masyarakat Memprotes Polres Kabupaten Maluku Barat Daya dalam Penanganan Kasus Penganiayaan yang Dinilai Tidak Adil

Maluku Barat Daya, 11 Oktober 2024 – Masyarakat Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) secara terbuka menyampaikan rasa kecewa yang mendalam terhadap kinerja penyidik Polres Maluku Barat Daya terkait kasus penganiayaan terhadap Nehemia Roberto Sorkey pada tanggal 14 Juni 2024.

“Bagaimana mungkin orang yang hanya berada di tempat kejadian tanpa berbuat apapun ikut dikenai pasal hukum? Ini sangat merugikan dan tidak mencerminkan rasa keadilan. Masyarakat kecewa karena hal ini menunjukkan ada yang salah dalam proses penyelidikan,” ujar salah 1 tokoh masyarakat yang tak ingin namanya disebutkan.

Salah seorang warga turut menyampaikan rasa kekecewaannya, “Kami berharap kasus ini cepat selesai dan pihak yang bersalah diproses sesuai hukum yang berlaku. Tapi kalau orang yang hanya menonton saja ikut terseret, ini jelas tidak adil dan akan menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat kepada penegak hukum,” tuturnya.

“Seseorang yang hanya berada di tempat kejadian atau menyaksikan suatu peristiwa tanpa melakukan tindakan kriminal tidak dapat begitu saja dijerat dengan pasal pidana. Kepolisian harus dapat membedakan mana pihak yang terlibat langsung dan mana yang tidak, sesuai dengan bukti yang ada,” ujar AL warga yang turut bersuara.

Ia juga menambahkan bahwa pengenaan pasal pidana terhadap individu berinisial IL yang hanya menyaksikan peristiwa tanpa bukti keterlibatan langsung dapat menimbulkan kesalahan dalam penerapan hukum dan merugikan warga yang tidak bersalah.

Masyarakat Maluku Barat Daya mendesak agar pihak Polres MBD segera melakukan evaluasi terhadap kinerja penyidiknya dan memastikan bahwa proses penyelidikan dilakukan secara profesional, transparan, dan adil. Mereka berharap agar kasus saudara Nehemia Roberto Sorkey dapat segera diselesaikan dengan mengedepankan prinsip-prinsip keadilan.

Masyarakat juga meminta agar pihak-pihak yang tidak memiliki keterlibatan langsung dalam tindakan kriminal tidak diseret ke dalam proses hukum yang tidak tepat.

“Kami ingin agar hukum ditegakkan seadil-adilnya. Jangan sampai ada orang yang tidak bersalah ikut dikorbankan hanya karena kebetulan berada di lokasi,” ujar salah satu warga yang peduli dengan penanganan kasus ini.

Masyarakat berharap agar kasus ini dapat segera mendapatkan perhatian serius dari pihak berwenang, sehingga kepercayaan terhadap institusi kepolisian bisa dipulihkan, dan rasa keadilan dapat dirasakan oleh seluruh warga yang terlibat.

Penulis: A. ABDU ROHIM LERRICKEditor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *