Peletakkan Batu Pertama Rumah Sakit Pratama Amfoang: Tonggak Sejarah Baru untuk Kesehatan Perbatasan

Amfoang Utara, Kabupaten Kupang – Sebuah tonggak sejarah baru terukir di wilayah perbatasan Kabupaten Kupang dengan dimulainya pembangunan Rumah Sakit Pratama Amfoang. Acara peletakkan batu pertama yang berlangsung pada hari Senin, (29/7/24) menandai harapan baru bagi akses dan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat di Amfoang Raya.

Upacara peletakkan batu pertama ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting termasuk Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena, Pj. Bupati Kupang, Alex Lumba, Ketua DPRD, Daniel Taimenas, dan mantan Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe. Turut hadir pula tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, TNI, Polri, para Camat, Pimpinan Puskesmas se-Amfoang Raya, dan masyarakat setempat.

Lokasi pembangunan Rumah Sakit Pratama ini berada di Desa Fatunaus, Kecamatan Amfoang Utara. Kehadiran fasilitas kesehatan ini diharapkan dapat menjawab tantangan akses dan kualitas layanan kesehatan yang selama ini dihadapi oleh masyarakat di wilayah perbatasan.

“Pembangunan Rumah Sakit Pratama Amfoang merupakan bukti nyata komitmen pemerintah untuk meningkatkan akses kesehatan bagi masyarakat di wilayah perbatasan,” ujar Melki Laka Lena dalam sambutannya. Ia berharap rumah sakit ini dapat memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Amfoang Raya.

Pj. Bupati Kupang, Alex Lumba juga menyampaikan harapannya agar pembangunan rumah sakit ini dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu.

“Kami berkomitmen untuk mendukung penuh pembangunan rumah sakit ini, agar dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Kehadiran Rumah Sakit Pratama Amfoang diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah perbatasan, serta mendorong kemajuan sektor kesehatan di Kabupaten Kupang. Pembangunan ini menjadi bukti nyata dari upaya pemerintah untuk menjangkau dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah, termasuk di daerah terpencil dan perbatasan.

Penulis: KLAUDIUS A. SANBEIN, S.Pd.Editor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *