Padi Mulai Mratak di Desa Ngrandulor Jombang, Musim Panen Garapan Kedua Diperkirakan 1 Bulan Lagi

Musim panen Gadu (Garapan kedua) atau tanam padi di musim kemarau di Desa Ngrandulor Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang diperkirakan satu bulan lagi menurut pantauan tim salamolahraga.com pada 15/7/2024 di Desa Ngrandulor.

Desa yang terdiri dari 7 dusun atau pedukuhan yaitu Ngumpak, Kepuhsari, Macekan, Balongganggang, Sucen, Gempol Dampet dan Ngrandon ini sebagian besar padinya sudah mratak.

Menurut Bapak Ihsan Fauzi salah satu petani di Dusun Gempol Dampet, harga padi untuk saat ini yang langsung dari sawah berkisar antara 6.800/Kg, sementara harga padi yang digiling dengan mesin combi harga bisa mencapai 7.000/Kg.

Diharapkan hasil akan bisa maksimal sesuai dengan perkiraan mereka. Kapasitas perolehan pada musim Gadu jikalau bagus bisa mencapai 750 Kg – 900 Kg untuk 100 RU, perolehan ini memang tidak sebagus ketika musim tanam ketika musim hujan yang bisa mencapai 1.000 – 1.100 Kg per 100 RU.

Menurut Bapak Mustofa, salah satu petani di Dusun Gempol Dampet, untuk tahun ini tidak ada kendala dalam hal aliran air, tetapi yang dikhawatirkan adalah adanya serangan hama tikus dan wereng yang bisa tiba-tiba terjadi, mengingat sawah di sepanjang Desa Senden sampai Kesamben di utara tol sering diserang tikus-tikus sawah yang menggerogoti padi di area tersebut.

Biasanya panen raya terjadi selama 2 minggu, Kecamatan Peterongan bagian utara yaitu Desa Ngrandulor, Senden, Bongkot, Sumberagung bareng dengan masa panen di Kecamatan Kesamben.

Setelah tanam padi selesai akan ganti dengan tanam kedelai, jagung dan kacang ijo, dan hanya ada beberapa sawah yang ditanami semangka, blewah dan timun mas, padahal beberapa tahun lalu Dusun Sucen dikenal sebagai salah satu dusun penghasil semangka di Jombang.

Harga semangka yang rawan turun drastis imbas terkena hujan yang tidak dapat diprediksi serta perawatan yang harus ekstra mahal menjadikan beberapa warga di dusun ini trauma tidak mau menanam semangka lagi.

Penulis: HASAN CHOIRUDDIN AEditor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *