Jembatan yang dibangun pada tahun 2018 oleh Pemda Kabupaten dengan nilai ratusan juta yang dikerjakan oleh salah satu kontraktor yaitu Umar Bopeng, namun sayang jembatan tersebut tidak bisa lama dinikmati oleh warga masyarakat Kepulauan terutama masyarakat Desa Cerah.
“Jembatan yang dibangun tahun 2018 ini mengalami rusak total pada tahun 2020 akibat banjir. Kerusakan jembatan ini membuat masyarakat Desa Cerah merasa terganggu dengan aktifitas keseharian terutama bagi siswa-siswi yang bersekolah di Desa Dama terpaksa harus berjalan kaki dengan jarak yang begitu jauh sekitar 25 kilo meter,” kata Obet Nego ke awak media salamolahraga.
Jembatan tersebut setiap tahun dibuat oleh warga masyarakat secara swadaya mulai dari tahun 2020 sampai sekarang sudah tiga kali pembuatan jembatan tersebut. Untuk itu seruan suara rakyat Desa Cerah dan masyarakat umum Kecamatan Kepulauan melalui salah satu tokoh Desa Cerah yaitu Noris Salendang.
Dia memberikan keterangan ke awak media, Sabtu, 13 Juli 2024 bahwa masyarakat Desa Cerah meminta kepada pemerintah daerah Halmahera Utara agar bisa melihat keadaan jembatan tersebut ke Desa Cerah dalam waktu dekat ini karna jembatan tersebut adalah jembatan penghubung ke desa-desa lingkar Kecamatan Loloda Kepulauan.
Harapan masyarakat Loloda Kepulauan karna itu adalah jalan lingkar desa-desa yang ada di Loloda Kepulauan kepada anggota DPRD Kabupaten Halmahera Utara bisa merespon dengan baik hal ini agar jangan jalan di tempat, sementara masyarakat Desa Cerah membutuhkan fasilitas jembatan ini karena salah satu akses menuju perkebunan masyarakat dan fasilitas umum Loloda Kepulauan Kabupaten Halmahera Utara.












