JOMBANG — Keluarga Besar Polres Jombang menunjukkan aksi nyata solidaritas dengan menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada puluhan mahasiswa perantau asal Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang sedang menempuh pendidikan di Kabupaten Jombang. Kegiatan ini berlangsung di Posko Ojol, Jl. KH. Hasyim Asy’ari, Jombang, pada Jumat (19/12/2025) siang.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, S.H., S.I.K., CPHR, didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Jombang Ny. Olivia Ardi, serta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Jombang.
Polres Jombang Sebagai “Rumah Kedua”
Dalam sambutannya, AKBP Ardi Kurniawan menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah bencana alam yang melanda wilayah Sumatera dalam beberapa waktu terakhir. Ia menegaskan bahwa mahasiswa perantau di Jombang adalah bagian dari keluarga besar masyarakat setempat.
“Kami turut berempati dan mendoakan ketabahan bagi keluarga di kampung halaman. Jangan segan meminta bantuan apabila mengalami kendala selama menuntut ilmu di sini. Polres Jombang adalah rumah kedua bagi adik-adik mahasiswa semua,” tegas AKBP Ardi Kurniawan.
Kondisi Daerah Terdampak dan Apresiasi Mahasiswa
Perwakilan mahasiswa, Ardan, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kepekaan sosial Polres Jombang. Ia menjelaskan bahwa banyak keluarga mahasiswa di daerah asal saat ini sedang berjuang menghadapi kondisi sulit akibat terputusnya akses jalan, listrik, serta kelangkaan logistik dan BBM.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami di tengah kekhawatiran terhadap kondisi keluarga di daerah terdampak. Ini memotivasi kami untuk belajar lebih sungguh-sungguh sebagai bentuk tanggung jawab atas perhatian yang diberikan,” ujar Ardan.
Detail Penyerahan Bantuan
Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 30 mahasiswa ini diakhiri dengan penyerahan paket bantuan secara simbolis. Suasana berlangsung hangat dan tertib, memperlihatkan sinergi yang kuat antara kepolisian, komunitas pengemudi ojek daring (ojol), dan mahasiswa perantau.
Melalui bantuan ini, Polres Jombang berharap beban psikologis dan finansial para mahasiswa dapat sedikit teringan, sekaligus memastikan bahwa kehadiran negara dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan perlindungan dan pengayoman di perantauan.













