Sebanyak 1.180 pesilat dari berbagai tingkatan mengikuti ujian kenaikan tingkat yang diselenggarakan Perguruan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Klaten pada Minggu (27/4/2025). Kegiatan berlangsung di Lapangan Desa Kayumas, Kecamatan Jatinom, Klaten.
Ujian ini bertujuan untuk mengukur dan meningkatkan kemampuan teknis para pesilat sekaligus memperkuat kesadaran budaya pencak silat di kalangan generasi muda. Para peserta diuji dalam aspek teknik beladiri, pengetahuan ke-PSHT-an, serta nilai-nilai budaya yang menjadi landasan pencak silat.
Anggota Dewan Pertimbangan Cabang PSHT Klaten, Sriyanto, menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari upaya pembinaan karakter generasi muda. “Kami berharap lahir generasi pesilat yang profesional dalam berlatih beladiri dan bisa membawa manfaat bagi lingkungan, masyarakat, agama, nusa, dan bangsa,” ujarnya.
Selain aspek teknis, PSHT juga menanamkan ajaran moral dan nilai luhur kepada para pesilat. Sriyanto menambahkan bahwa PSHT berkomitmen mendidik manusia berbudi pekerti luhur yang memahami nilai benar dan salah.
“Kami ingin keberadaan PSHT semakin membawa kedamaian dan ketenteraman di tengah masyarakat, serta dapat diterima dan menjadi bagian dari lingkungan sekitar,” tegasnya.
Penilaian ujian dilakukan secara ketat dan transparan. Kriteria kelulusan mencakup kemampuan teknik, pemahaman ajaran PSHT, serta kesadaran terhadap nilai-nilai budaya pencak silat.













