GRESIK — Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menutup Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan X Pola Kemitraan BPSDM Provinsi Jawa Timur di Hotel Khas Gresik, Senin (15/12/2025). Dalam penutupan tersebut, Wabup Alif menegaskan bahwa tugas utama setiap administrator adalah bertanggung jawab mengurus, mengelola, dan mengawasi pelaksanaan kebijakan agar berjalan lancar dan efisien.
Pelatihan ini diikuti oleh 27 peserta (13 laki-laki dan 14 perempuan) dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik.
Wabup Alif menekankan bahwa kompleksitas pelayanan publik menuntut pejabat administrator untuk adaptif dan solutif.
“Hasil pelatihan ini harus benar-benar diwujudkan dalam bentuk inovasi dan pelayanan publik yang berkualitas. Pejabat administrator adalah ujung tombak organisasi yang harus terus berupaya membangun kepercayaan masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kemampuan Diagnostic Reading yang diperoleh peserta—yakni kemampuan membaca kondisi untuk menemukan area perubahan—sangat penting untuk menyelesaikan masalah dan meningkatkan kinerja.
Hasil Pelatihan Lampaui Target BPSDM
Mewakili Kepala BPSDM Jawa Timur, Jonathan Judianto, mengapresiasi tinggi hasil pelatihan PKA Angkatan X ini yang dinilai melampaui target ekspektasi BPSDM. Menurutnya, pelatihan ini berhasil membentuk pejabat administrator yang kompeten, transformasional, dan mampu menciptakan inovasi.
Lima peserta dinilai sebagai yang terbaik dengan kualifikasi “sangat memuaskan”:
| No. | Nama Peserta | Unit Kerja | Nilai |
| 1 | dr. Kartiko Husodo Odi, Sp. THT | Dinas Kesehatan | 95,07 |
| 2 | drh. Viki Mustofa | Dinas Pertanian | 94,32 |
| 3 | Nur Hamidah, S. Pd., M.Pd | Dinas Pendidikan | 94,26 |
| 4 | Muhammad Masyhur Arif, SE., M. HP | Dinas Perhubungan | 94,12 |
| 5 | dr. Riyan Charlie Milyantono, Sp. T.H.T.K.L | Rumah Sakit Gresik Sehati | 94,05 |
Wabup Alif berharap inovasi yang telah diciptakan di unit kerja masing-masing dapat berakumulasi menghasilkan kemajuan yang signifikan bagi Pemerintah Kabupaten Gresik. Ia juga menekankan bahwa dibutuhkan komitmen yang kuat untuk melaksanakan aksi perubahan secara konsisten dan berkelanjutan.












