Buton Selatan, 6 Juli 2025 — Seorang pria lanjut usia bernama La Noti (61), warga Kelurahan Majapahit, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, ditemukan tewas dalam kondisi tragis setelah ditelan seekor ular piton raksasa. Peristiwa mengerikan ini terjadi usai korban dilaporkan hilang sejak Jumat (4/7/2025) saat pergi ke kebun.
Kekhawatiran keluarga muncul setelah La Noti tidak pulang ke rumah. Pencarian dilakukan oleh keponakannya yang hanya menemukan sepeda motor korban terparkir di dekat kebun. Warga kemudian melakukan pencarian lanjutan pada Sabtu (5/7) sore.
Menurut Dirman (44), Babinsa Kelurahan Majapahit sekaligus kerabat korban, pencarian menemukan seekor ular piton dengan perut besar yang mencurigakan. Warga kemudian menangkap dan membunuh ular tersebut. Setelah perutnya dibelah, ditemukan jasad La Noti di dalam tubuh ular dalam kondisi utuh, masih mengenakan pakaian lengkap dan jas hujan.
“Ini kejadian yang sangat mengagetkan. Biasanya ular hanya memangsa hewan ternak. Ini pertama kalinya terjadi pada manusia di wilayah kami,” kata Dirman.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Buton Selatan, La Ode Risawal, membenarkan peristiwa tersebut dan menyebut bahwa ini adalah kasus pertama serangan ular piton yang menyebabkan korban jiwa di Buton Selatan.
Sementara itu, La Ode Kaida, Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Sulawesi Tenggara, menjelaskan bahwa kemunculan ular ke area permukiman bisa dipicu terganggunya habitat alami dan minimnya mangsa liar.
“Saat habitat terganggu, ular akan mencari makanan ke luar wilayahnya. Mereka menyerang apapun yang ditemui, termasuk manusia,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama saat beraktivitas di kebun atau hutan, dan menyarankan agar tidak bepergian sendirian untuk mencegah kejadian serupa.













