Timnas Pencak Silat Indonesia Juara Umum di Abu Dhabi: 3 Pesilat asal NTT Sumbang 3 Medali

Timnas Pencak Silat Indonesia tampil sebagai Juara Umum pada Kejuaraan Dunia World Pencak Silat Championship 20th Abu Dhabi, Uni Emirat Arab dengan perolehan 11 emas, 7 perak dan 5 perunggu.

Kejuaraan yang berlangsung di ADNEC (Abu Dhabi National Exhibition Centre) pada tanggal 18-23 Desember 2024 ini merupakan kejuaraan pencak silat internasional terbesar dalam sejarah dengan keikutsertaan 57 negara dengan total 1.100 peserta termasuk atlit, pelatih, wasit juri, dan official.

Foto: Antonius Tuke Eduk Sabet Medali Emas Kelas A Putra.
Foto: Antonius Tuke Eduk Sabet Medali Emas Kelas A Putra.

Timnas Pencak Silat Indonesia membawa 170 atlit, 3 diantaranya adalah atlit milik Nusa Tenggara Timur.

Zikri Prasong (Kelas A Tanding Putra) dan Antonius E. Tuke Eduk (Kelas A Tanding Putra) berhasil persembahkan medali emas untuk Indonesia, sedangkan Andini G. Aklis (Kelas A Tanding Putri) mendapatkan perunggu. Ketiga atlit ini didampingi oleh coach Bobby Boimau yang juga pelatih sentral PPLD/PPLM NTT.

Foto: Muhammad Zaki Z. Prasong Sabet Medali Emas Kelas B Putra.
Foto: Muhammad Zaki Z. Prasong Sabet Medali Emas Kelas B Putra.

Masing-masing dari mereka berkontribusi untuk medali yang didapat oleh Indonesia. Melihat akan hasil ini Adrianus Adu (Wakil Ketua 1 Pengprov IPSI NTT) saat diwawancara via telepon menyampaikan rasa bangga dengan pencapaian ketiga atlit tersebut.

Ia berpendapat bahwa NTT sekarang menjadi momok menakutkan untuk kejuaraan baik secara nasional maupun internasional, tolak ukur prestasi ini sudah terjadi sejak pelaksanaan PON XXI Aceh-Sumut yang lalu dan PB IPSI juga secara profesional teliti dalam pemanggilan atlit-atlit NTT.

Foto: Andini Aklis Sabet Medali Perunggu Kelas B Putri.
Foto: Andini Aklis Sabet Medali Perunggu Kelas B Putri.

“Saya mewakili Ketua dan pengurus Pengprov IPSI NTT menyampaikan sukses dan selamat kepada ketiga atlit karena sudah menampilkan penampilan yang terbaik untuk Indonesia dan tentunya untuk Nusa Tenggara Timur. Semoga pemerintah dan KONI bisa melihat kami (silat) dalam prestasi yang sudah kami capai supaya anak-anak kami bisa lebih termotivasi karena diperhatikan oleh pemerintah,” harapnya.

Di partai Final Zikri mampu pecundangi pesilat Malaysia Muhammad Kairi Azhar dengan skor 47-27, di lain sisi Antonius E. Tuke Eduk unggul telak atas pesilat Vietnam Le Van Puoc dengan skor 66-22, sedangkan Andini Aklis hanya mampu mencapai semifinal.

Penulis: ALBERTH JUNIOR MBAUEditor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *