SOE — Sebuah aksi teladan yang menyentuh hati datang dari dataran Timor Tengah Selatan (TTS). Di tengah keluhan masyarakat akan infrastruktur, Imanuel Bire, Anggota DPRD TTS Komisi 3 dari Partai Amanat Nasional (PAN), menunjukkan dedikasi tanpa batas dengan membangun jalan rabat beton sepanjang 100 meter menggunakan dana pribadinya.
Pembangunan jalan yang berlokasi di Desa Tuapakas, Kecamatan Kualin ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian seorang pemimpin bisa diwujudkan tanpa harus selalu bergantung pada anggaran negara.
Aksi Nyata di Awal Tahun
Pekerjaan yang telah dimulai sejak 10 Januari 2026 ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan solusi cepat bagi kendala mobilitas warga. Imanuel Bire, yang dikenal rendah hati, secara sukarela mengalokasikan penghasilannya untuk menjawab aspirasi warga yang telah lama mendambakan akses jalan yang layak.
Saat ditemui di lokasi pada Sabtu (31/1/2026), sosok yang akrab disapa Imanuel ini menyampaikan prinsip kepemimpinannya dengan sederhana namun tegas.
“Kesejahteraan masyarakat adalah prioritas utama saya. Dengan adanya rabat beton ini, diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga serta mendukung perkembangan ekonomi lokal di Desa Tuapakas,” tuturnya dengan penuh ketulusan.
Harapan Baru bagi Warga Desa Tuapakas
Sebelum adanya pembangunan rabat beton ini, warga Desa Tuapakas kerap mengeluh kesulitan melintas, terutama saat musim hujan karena kondisi jalan yang licin dan berlumpur. Kehadiran infrastruktur baru ini disambut haru oleh masyarakat setempat.
“Sebelum ada rabat kami kesulitan untuk lewat, apalagi waktu musim hujan. Sekarang kami sudah tidak kesulitan lagi untuk beraktivitas. Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Dewan yang luar biasa ini—beliau mendengar dan merespons aspirasi kami dengan cepat,” ujar salah satu warga penuh syukur.
Teladan Bagi Pemimpin Lain
Langkah Imanuel Bire ini diharapkan menjadi inspirasi bagi para pemimpin dan wakil rakyat lainnya di NTT untuk lebih peka terhadap kebutuhan mendesak masyarakat di daerah pemilihannya. Kepemimpinan bukan hanya soal jabatan, melainkan tentang seberapa besar dampak nyata yang bisa dirasakan oleh rakyat kecil.













