SIDIKALANG — Semangat kemanusiaan membuncah di Kabupaten Dairi saat gabungan organisasi, komunitas, hingga institusi pendidikan bersatu padu mengirimkan bantuan besar-beruntun bagi korban bencana di wilayah Sumatera Utara. Pada Sabtu (20/12/2025), iring-iringan logistik resmi diberangkatkan dari Sidikalang menuju titik-titik terdampak parah di Tapanuli Tengah dan Sibolga.
Aksi kolaborasi ini melibatkan spektrum luas masyarakat, mulai dari PPM DAIRI, ISORI, AKS Ibu Kartini Semarang, DM Community, SPARKO DAIRI, IGORNAS, SATMA IPK UNIMED, dunia usaha seperti CV. Alfa Grafika, hingga para pelajar dari SMPN 1 Pegagan Hilir dan SMPN 5 Sumbul.
Misi Menembus Wilayah Terdampak
Bantuan kemanusiaan ini difokuskan untuk menyasar warga yang sangat membutuhkan di beberapa titik krusial, yakni:
-
Kecamatan Tukka
-
Kecamatan Kolang
-
Wilayah Kecamatan dan Kota Sibolga
Untuk memastikan logistik menembus medan yang sulit pascabencana, Truk Dalmas KODIM 0206/Dairi dikerahkan sebagai armada utama pengangkut bantuan, melambangkan sinergi kuat antara sipil dan TNI.
Logistik Darurat untuk Penyambung Hidup
Paket bantuan yang dikirimkan dirancang untuk memenuhi kebutuhan paling mendasar masyarakat dalam masa transisi darurat, meliputi:
-
Pangan Pokok: Beras, mie instan, gula, dan minyak goreng.
-
Kesehatan: Obat-obatan esensial.
-
Kebutuhan Khusus: Makanan ringan untuk anak-anak dan pakaian bekas layak pakai.
Kawal Bantuan Hingga ke Tangan Korban
Sejumlah tokoh relawan terjun langsung dalam rombongan untuk memastikan distribusi berjalan tepat sasaran, di antaranya Ketua PPM DAIRI Herrisson Samosir, S.Pd., M.A.P., Sekretaris DM Samuel Panjaitan, S.Pd., serta Henrikus Hutabarat, S.Pd.
“Kehadiran kami bukan sekadar mengantar barang, tapi membawa pesan bahwa mereka tidak sendirian. Kami ingin memastikan setiap butir beras sampai ke tangan yang tepat,” ungkap perwakilan relawan di sela pemberangkatan.
Aksi solidaritas ini menjadi bukti nyata bahwa di tengah terjangan bencana, kekuatan gotong royong masyarakat Dairi tetap menjadi tumpuan bagi sesama yang sedang kehilangan harapan.












