JOMBANG – PSID Jombang menunjukkan konsistensi dalam pembinaan talenta muda dengan menggelar pertandingan persahabatan melawan PERSETA Tulungagung di Stadion Merdeka pada Minggu (23/11/2025) sore. Pertandingan yang dimulai tepat pukul 15.30 WIB itu berakhir imbang dengan skor 2-2.
Di babak pertama, PERSETA Tulungagung terlihat lebih menguasai jalannya pertandingan, meskipun intensitas serangan PSID juga cukup solid. Gol pertama berhasil tercipta menjelang akhir babak pertama, saat tendangan ke arah kiri gawang PSID berhasil menggelinding melewati penjaga gawang, yang dipengaruhi oleh tekstur lapangan yang kurang merata.
Pelatih PERSETA Tulungagung, Lutfi Ludianto, menyampaikan bahwa dengan persiapan timnya yang mencapai hampir tiga bulan, terlihat adanya peningkatan teknik permainan. Namun, ia menekankan bahwa pertandingan persahabatan ini sangat penting untuk melatih mental bertanding anak didiknya.
“Dengan kondisi yang dimiliki kedua belah pihak, baik dalam persiapan yang tidak berimbang dan kami juga belum mengenal medan yang dimiliki tuan rumah, senyatanya anak-anak banyak yang mengalami accident ini tadi,” ujar Lutfi Ludianto.
Desakan untuk Perhatian Pemerintah Kabupaten
Lutfi Ludianto juga memberikan masukan bahwa kesuksesan proses pembinaan tim harus didukung oleh penghargaan dari stakeholder sebagai pemilik putra daerah.
“Mulai dari fasilitas yang selalu diperhatikan untuk menunjang tim, mulai stadion hingga kebutuhan nutrisi, bahkan kebanggaan pada perjuangan mereka,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Syarif Hidayatullah atau yang akrab disapa Gus Sentot, selaku Ketua PSSI Jombang, menyampaikan terima kasih kepada Widyawati selaku Manajer PSID yang dinilai konsisten dalam melakukan manajerial hingga pertandingan persahabatan ini terselenggara.
Gus Sentot berharap agar konsistensi manajemen PSID ini diimbangi dengan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Jombang. Menurutnya, PSID adalah milik Jombang dan masyarakat luas yang menginginkan tim tersebut menjadi kebanggaan, trade mark Kabupaten Jombang, dan menjadi barometer keseriusan dalam membangun peradaban kepemudaan dan olahraga.
















