Asa Persebaya Surabaya untuk kembali berkiprah di kancah sepak bola Asia kini terbuka lebar. Klub kebanggaan Kota Pahlawan itu resmi dinyatakan lolos verifikasi lisensi klub dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) untuk musim 2025/2026.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa Persebaya telah memenuhi seluruh kriteria administratif dan teknis sebagai klub profesional sesuai dengan standar AFC.
Kepastian tersebut tertuang dalam surat resmi bernomor 008/CLC-LIB/V/2025 yang menyatakan bahwa Persebaya memperoleh status Granted with Sanction untuk regulasi AFC Champions League 2, serta Granted (tanpa catatan) untuk AFC Challenge League (ACGL) dan Liga 1 Indonesia.
Sekretaris Persebaya, Ram Surahman, menjelaskan bahwa dalam sistem lisensi klub AFC terdapat tiga kategori keputusan, yakni Granted, Granted with Sanction, dan Rejected.
“Prosesnya sangat ketat dan menyeluruh. Tidak hanya soal kelengkapan dokumen, tetapi juga harus menunjukkan implementasi nyata di lapangan. Alhamdulillah, akhirnya Persebaya berhasil lolos lisensi klub AFC,” ujar Ram, Selasa (6/5).
Meski demikian, status Granted with Sanction untuk AFC Champions League 2 menandakan masih ada beberapa aspek yang perlu dibenahi.
“Ke depan tentu akan kami lengkapi dan perbaiki. Ini menjadi bahan evaluasi penting bagi kami,” tambah Ram.
Lisensi klub AFC merupakan syarat utama bagi klub yang ingin berkompetisi di level Asia. Penilaian dilakukan terhadap lima aspek utama, yakni sporting, infrastruktur, personalia dan administrasi, legal, serta keuangan. Kegagalan dalam satu aspek saja dapat menggugurkan lisensi klub.
Meski lisensi telah dikantongi, langkah Persebaya untuk berlaga di kompetisi Asia belum sepenuhnya aman. Bruno Moreira dan kolega masih harus berjuang finis di posisi dua besar Liga 1 musim ini untuk mendapatkan tiket tampil di level kontinental.
Saat ini, peluang tersebut masih terbuka. Dukungan penuh dari Bonek dan masyarakat Surabaya menjadi energi tambahan bagi Bajol Ijo untuk menggapai panggung Asia.












