KARAWANG — Pemerintah Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, resmi memulai rangkaian Rapat Minggon Keliling antar-desa sebagai upaya memperkuat silaturahmi dan sinkronisasi pembangunan. Desa Segarjaya dipilih sebagai lokasi perdana pelaksanaan rapat rutin yang digelar setiap hari Rabu ini, Rabu (4/2/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Muspika, termasuk Kapolsek Batujaya H. Ruslani, para Kepala Desa se-Kecamatan Batujaya, Kepala UPT, BPD, serta perangkat desa mulai dari Ketua RT hingga RW.
Fokus Utama: Infrastruktur dan Perekaman E-KTP
Rapat yang dipimpin oleh Kasi Pemerintahan (Kasipem) Kecamatan Batujaya, H. Sudarto, membahas agenda prioritas pembangunan yang akan dilaksanakan di wilayah Batujaya sepanjang tahun 2026. Dalam arahannya, H. Sudarto menekankan dua poin krusial yang harus segera ditindaklanjuti oleh para aparatur desa.
“Minggon kali ini fokus pada penyampaian program pembangunan, salah satunya adalah percepatan infrastruktur. Selain itu, kami menghimbau warga yang sudah memasuki usia 17 tahun untuk segera melakukan perekaman E-KTP guna menertibkan administrasi kependudukan,” ujar H. Sudarto.
Momentum Sinkronisasi dan Silaturahmi
Sistem rapat keliling ini sengaja dilakukan untuk memastikan setiap program di 10 desa yang ada di wilayah Batujaya dapat tersinkronisasi dengan baik. Selain aspek teknis pembangunan, kegiatan ini juga menjadi ajang perkenalan antara perangkat desa baru dengan jajaran Muspika.
“Rapat minggon keliling bertujuan mensinergikan pembangunan. Ini adalah momentum bagi pemerintah untuk turun langsung ke sisi-sisi wilayah yang mungkin jarang tersentuh. Dengan turun ke lapangan, kita bisa melihat langsung kekurangan infrastruktur desa yang belum tercover sepenuhnya oleh Dana Desa,” tambahnya.
Libatkan Seluruh Stakeholder
H. Sudarto menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan di Batujaya membutuhkan keterlibatan seluruh pihak (stakeholder), baik dari unsur masyarakat maupun instansi pemerintah. Melalui diskusi tatap muka ini, diharapkan aspirasi dari tingkat RT dan RW dapat terserap secara maksimal untuk menentukan arah kebijakan kecamatan ke depan.
Rapat ditutup dengan sesi diskusi interaktif mengenai kendala-kendala lapangan yang dihadapi tiap desa, dengan harapan sinergitas yang terbangun dapat mempercepat kesejahteraan masyarakat Batujaya.












