Pangkogabwilhan I Kunjungi Makotis Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonkav 3/AC di Badau

Kapuas Hulu, 7 Juli 2025 — Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I), Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, melakukan kunjungan kerja ke Markas Komando Taktis (Makotis) Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–Malaysia Yonkav 3/AC di Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Senin (7/7/2025).

Kunjungan ini bertujuan untuk melaksanakan Pengawasan dan Evaluasi Operasi (Wasevops) sekaligus memberikan motivasi langsung kepada prajurit TNI yang tengah bertugas di wilayah perbatasan.

Letjen TNI Kunto Arief Wibowo disambut oleh Dansatgas Pamtas Yonkav 3/AC, Letkol Kav Alfid Dwi Arisanto, S.Sos., beserta jajaran instansi wilayah Badau. Dalam arahannya kepada seluruh prajurit, Pangkogabwilhan I menekankan pentingnya menjaga kesehatan, moral, serta menjauhi pelanggaran sekecil apa pun.

“Setiap personel Satgas harus memiliki progres yang jelas dalam tugas. Jadilah contoh dan manfaat bagi masyarakat. Unsur pimpinan harus mampu menganalisis tugas pokok untuk menjamin keberhasilan misi,” tegas Letjen Kunto.

Dalam kunjungan tersebut, Letjen Kunto didampingi oleh Ketua IKKT PWA Ny. Mia Kunto Arief, Kaskogabwilhan I Laksda TNI Haris Bima, dan sejumlah pejabat tinggi TNI lainnya. Kegiatan ini juga mencakup penyerahan tali asih secara simbolis kepada prajurit Satgas Pamtas Yonkav 3/AC dari unsur perwira, bintara, dan tamtama.

Selain pengarahan, Pangkogabwilhan I bersama Dansatgas Yonkav 3/AC juga melaksanakan kegiatan Bakti Sosial di Pasar Wisata PLBN Badau. Kegiatan ini meliputi pengobatan gratis, sunatan massal, dan pemberian sembako kepada warga kurang mampu di wilayah perbatasan.

“Bakti Sosial ini adalah bentuk kepedulian TNI kepada masyarakat. Kami berharap ini memberi manfaat nyata dan mendukung peningkatan kesejahteraan di perbatasan,” ujar Letjen Kunto.

Kunjungan ini menjadi wujud nyata komitmen TNI dalam memperkuat kehadiran dan peran strategisnya dalam menjaga stabilitas, kedaulatan, dan kesejahteraan masyarakat di perbatasan RI–Malaysia.

Penulis: RONY SETIAWANEditor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *