PADes Tembus Rp1 Miliar, Desa Daleman Klaten Tebar THR Rp250 Juta untuk 5.000 Warga

KLATEN — Di tengah isu pemangkasan alokasi Dana Desa dari pemerintah pusat, Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, membuktikan bahwa kemandirian desa adalah kunci kesejahteraan. Pada Selasa (10/3/2026), Pemerintah Desa (Pemdes) Daleman resmi membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada 5.000 warga dengan total anggaran mencapai Rp250 juta.

Langkah ini menyusul jejak desa tetangga, Desa Wunut, yang sebelumnya juga mengalokasikan anggaran ratusan juta untuk kegiatan serupa. Fenomena ini mempertegas posisi Kecamatan Tulung sebagai wilayah dengan pengelolaan desa paling progresif di Klaten.

Mandiri Meski Dana Desa Dipangkas

Kepala Desa Daleman, Mursito, SH, menyatakan bahwa kebijakan ini merupakan wujud syukur atas melimpahnya potensi alam desa yang berhasil dikelola secara profesional.

“Meskipun ada pemangkasan dana desa yang signifikan dari pusat, kami tetap bisa melaksanakan pembangunan sekaligus berbagi. Ini adalah hasil dari jerih payah pengelolaan potensi desa yang manfaatnya harus dinikmati langsung oleh warga,” ujar Mursito.

Lonjakan Pendapatan dari Umbul Nilo dan Pasar Desa

Anggaran THR ini murni bersumber dari Pendapatan Asli Desa (PADes) yang dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Mursito mengungkapkan adanya kenaikan pendapatan yang sangat tajam dalam setahun terakhir.

“Pendapatan kita meningkat signifikan. Jika tahun lalu berada di angka Rp400 juta, tahun ini PADes kita sudah menembus lebih dari Rp1 miliar. Sumber utamanya adalah pengelolaan objek wisata Umbul Nilo, pasar desa, hingga kolam renang,” tambahnya.

Camat Tulung: Investasi Desa Mulai Membuahkan Hasil

Camat Tulung, Hendri Pamungkas, memberikan apresiasi tinggi atas kesiapan desa-desa di wilayahnya menghadapi pengurangan bantuan pemerintah. Menurutnya, desa-desa tersebut sudah jauh-jauh hari menyiapkan “sekoci” ekonomi melalui pengelolaan potensi lokal.

“Mereka sadar bahwa Dana Desa mungkin tidak berkelanjutan. Maka, mereka berinvestasi pada potensi desa. Hasilnya, pembangunan tidak hanya soal fisik seperti jalan, tapi juga menyentuh kesejahteraan langsung masyarakat,” kata Hendri.

Tren Desa “Sultan” di Klaten

Kecamatan Tulung kini menjadi sorotan nasional karena memiliki beberapa desa yang mampu memberikan THR kepada warganya, seperti Desa Daleman dan Desa Wunut. Selain itu, desa lain di Klaten seperti Desa Ponggok (Polanharjo) dan Desa Bonyokan (Jatinom) juga telah melakukan langkah serupa dengan nilai anggaran hingga ratusan juta rupiah.

Keberhasilan ini menjadi pesan kuat bahwa transparansi dan inovasi dalam pengelolaan BUMDes dapat menjadikan desa sebagai pilar ekonomi yang tangguh meski di tengah dinamika kebijakan fiskal nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *