Diduga oknum pegawai PDAM berbuat semena-mena dalam hal mengambil pungutan uang air dan diduga banyak yang tidak disetorkan sampai beberapa bulan hingga terjadi pemutusan meteran air secara sepihak.
Diketahui hal tersebut sudah disampaikan kepada kepala pengurus PDAM Kecamatan Badau, tetapi seperti tidak menanggapi dan seolah-olah menutupi kesalahan rekan kerjanya.
“Air tidak lancar mengalir khususnya di Badau Hilir tapi pembayarannya sampai 200ribuan bahkan lebih perbulan, dan hal itu sangat tidak masuk akal, kadang ada air yang pecah bocor di jalan pun tidak diperbaiki,” pungkas salah 1 warga.
“Saya sudah setor uang pembayaran air dengan petugas ada buktinya, tapi setelah saya cek sendiri rupanya meteran saya kenapa mau dicabut, ternyata saya nunggak sampai 6-7 bulan, berarti uang yang sudah saya bayarkan tidak disetorkan oleh petugas, dan saya tanya beberapa kali bagaimana kelanjutannya cuma dibilang tenang sabar aja,” ungkap warga yang lain.
Warga berharap pimpinan dari PDAM dapat bertindak tegas dan memberikan pelayanan yang baik kepada para konsumennya yang jelas-jelas mereka juga merogoh kocek untuk mendapatkan pelayanan dari PDAM dan bukan pelayanan yang diberikan secara gratisan.













Benar, saya setuju dengan hal tersebut