Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin meninjau lokasi pembangunan SMA Garuda di Desa Koyawas, Kecamatan Langowan Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, pada Rabu (19/3/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan lahan dan infrastruktur pendukung guna merealisasikan pembangunan sekolah unggulan tersebut.
Menhan didampingi oleh Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK), Bupati Minahasa Robby Dondokambey, serta Wakil Bupati Vanda Sarundajang. Dalam kunjungannya, Menhan mendengarkan pemaparan terkait luas lahan serta aksesibilitas lokasi dari pusat kota. Setelah meninjau langsung, ia menilai bahwa lokasi tersebut sangat strategis untuk pembangunan SMA Garuda.
“Lokasinya sangat bagus, sehingga pembangunan sekolah ini bisa segera dimulai,” ujar Menhan. Ia menargetkan pembangunan akan berlangsung pada 2025 dan sekolah dapat mulai beroperasi pada 2026.
Menhan juga menegaskan bahwa seluruh hasil pemaparan pembangunan SMA Garuda akan dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto setibanya di Jakarta. “Semua ini akan kami sampaikan kepada Presiden,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Menhan mengungkapkan bahwa 50 persen dari total siswa yang diterima di SMA Garuda harus berasal dari putra daerah. Ia juga berencana untuk kembali meninjau perkembangan pembangunan guna memastikan proyek ini berjalan sesuai rencana.
“Harus ada 50 persen putra daerah yang bersekolah di sini. Saya akan datang kembali untuk meninjau perkembangan sekolah ini agar semuanya berjalan dengan baik,” ujarnya.
Selain itu, Menhan mengungkapkan bahwa kepala sekolah SMA Garuda nantinya akan berpangkat Brigadir Jenderal (Brigjen), menandakan betapa pentingnya sekolah ini sebagai lembaga pendidikan unggulan.
Sementara itu, Panglima Besar DPP TOSBRO 08, Jim Yon, mengapresiasi kunjungan Menhan serta pemilihan Langowan sebagai lokasi pembangunan sekolah unggulan ini.
“Atas nama DPP TOSBRO 08, saya menyampaikan rasa bangga sebagai putra daerah karena wilayah Langowan terpilih menjadi salah satu lokasi pembangunan SMA unggulan,” tutup Jim Yon.















