LSM LIRA Papua Tengah Serukan Bantuan Kemanusiaan Mendesak untuk Pengungsi Konflik Tanah Kapiraya

PAPUA TENGAH – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Wilayah Papua Tengah menyerukan perhatian serius dari pemerintah daerah, legislatif, dan Majelis Rakyat Papua (MRP) terkait pertikaian tanah yang terjadi di Kapiraya, melibatkan sengketa batas wilayah antara Pemda Mimika, Deiyai, dan Kabupaten Dogiyai.

Dalam surat terbuka yang ditujukan kepada Gubernur, DPR, dan MRP Provinsi Papua Tengah, serta bupati dan DPR dari Dogiyai, Deiyai, dan Mimika, LSM LIRA mengingatkan pentingnya segera menangani krisis yang telah memaksa warga untuk mengungsi.

Para pengungsi, yang sebagian besar adalah ibu-ibu dan anak-anak, kini berlindung di kampung tetangga, Dusun Digihou, Kampung Iyago, di Distrik Sukikai Selatan, Kabupaten Dogiyai.

Permintaan Bantuan Kemanusiaan Prioritas

Gubernur LSM LIRA Papua Tengah menyampaikan permohonan bantuan mendesak untuk meringankan penderitaan para pengungsi. Bantuan yang sangat dibutuhkan meliputi:

  • Sembako (sembilan bahan pokok)

  • Tim Medis beserta obat-obatan

  • Pakaian layak pakai

“Kami sangat berharap para pemangku kepentingan dapat segera turun tangan untuk memberikan pertolongan dan menyelesaikan masalah ini secara adil dan manusiawi,” ujar Gubernur LSM LIRA Papua Tengah.

LSM LIRA juga menyerukan koordinasi dan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan lembaga terkait agar konflik ini tidak berkepanjangan dan warga pengungsi dapat kembali ke rumah mereka dengan aman.

“Kesejahteraan dan keselamatan warga yang terdampak harus menjadi prioritas utama. Rangkaian pertikaian ini harus segera diatasi,” tegas LSM LIRA dalam advokasi mereka.

Pihak-pihak terkait diharapkan dapat merespons seruan ini dengan cepat dan memberikan dukungan yang sangat dibutuhkan demi mengatasi dampak pertikaian yang memprihatinkan ini.

Penulis: ANISON PIGOMEEditor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *