Lestarikan Budaya Jawa, Warga Desa Jabung Klaten Gelar Kirab Gunungan Sadranan

KLATEN — Warga Desa Jabung, Kecamatan Gantiwarno, Klaten, kembali menghidupkan tradisi leluhur melalui gelaran Kirab Budaya Sadranan pada Jumat (13/2/2026). Agenda tahunan yang dilaksanakan setiap tanggal 25 bulan Ruwah dalam penanggalan Jawa ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus penghormatan kepada para leluhur.

Tradisi Nyadran ini berlangsung khidmat dengan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat yang bergotong-royong menyiapkan ubarampe ritual.

Filosofi Gunungan dan Sedekah Bumi

Kemeriahan acara dimulai dengan prosesi kirab Gunungan, yakni susunan hasil bumi dan makanan yang dibentuk menyerupai gunung. Gunungan ini dikirab bersama tumpeng dan ambeng menyusuri jalanan desa menuju titik kumpul utama.

Setelah sampai di lokasi tujuan, seluruh makanan tersebut diserahkan kepada Modin (pemuka agama) untuk didoakan bersama. Usai doa dipanjatkan, Gunungan dan tumpeng tersebut dibagikan kepada warga sebagai bentuk sedekah.

“Kegiatan ini kami laksanakan dalam rangka mengirim doa untuk arwah para leluhur, serta sebagai wujud rasa syukur masyarakat yang diwujudkan melalui sedekah berupa Gunungan, tumpeng, dan ambeng,” ujar Kepala Desa Jabung, Pramono.

Pesan untuk Generasi Muda: Estafet Budaya

Di tengah gempuran modernisasi, Kades Pramono menekankan pentingnya peran pemuda dalam menjaga jati diri bangsa. Ia berharap tradisi ini tidak berhenti di generasi tua saja, melainkan terus berlanjut ke tangan generasi penerus.

“Kami harapkan generasi muda tidak meninggalkan tradisi dan adat budaya Jawa. Kami yang senior suatu saat akan pudar, maka tongkat estafet harus berada di tangan para generasi muda,” tegasnya.

Menurutnya, budaya adalah identitas yang harus dijaga agar tidak luntur tertelan zaman. Melalui Sadranan, nilai-nilai kegotongroyongan dan religiositas masyarakat Desa Jabung tetap terjaga dengan erat.

Acara yang berlangsung tertib dan meriah ini ditutup dengan makan bersama atau kembul bujana, yang semakin mempererat tali silaturahmi antarwarga di Kecamatan Gantiwarno tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *