Jakarta, 8 Juli 2025 — Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penguatan Kelembagaan dan Ekosistem Ekonomi Kreatif Daerah di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Selasa (8/7/2025).
Dalam arahannya, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan pentingnya pembentukan dinas ekonomi kreatif di daerah sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat struktur dan ekosistem ekonomi kreatif nasional. Ia menyebut ekonomi kreatif sebagai “tambang baru” yang berkelanjutan di tengah menipisnya sumber daya alam.
“Saat kekayaan alam habis, ekonomi kreatif hadir sebagai tambang baru. Banyak daerah berkembang karena budaya dan kreativitas masyarakatnya yang kuat,” ujar Menteri Teuku Riefky.
Sebagai wujud konkret penguatan hexahelix (pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, dan keuangan), Menteri Ekraf menandatangani Nota Kesepahaman dengan BPJS Ketenagakerjaan, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan Badan Pengelola Masjid Istiqlal. Nota tersebut mencakup dukungan jaminan sosial, pembiayaan usaha, serta sinergi pelatihan dan pengembangan SDM kreatif.
Rakornas ini juga menegaskan implementasi dari Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Kementerian Ekraf dan Kementerian Dalam Negeri yang ditandatangani pada 10 Desember 2024. SKB menjadi landasan hukum bagi daerah dalam membentuk kelembagaan ekonomi kreatif, baik melalui penggabungan dengan dinas yang sudah ada maupun pembentukan dinas mandiri.
“Dinas Ekraf harus fokus mendampingi pelaku ekonomi kreatif dan menumbuhkan pengusaha baru, bukan hanya menyalurkan program satu arah,” tambah Riefky.
Hingga pertengahan 2025, tercatat 19 provinsi dan 56 kabupaten/kota telah memiliki dinas khusus ekonomi kreatif. Kementerian menargetkan 78% provinsi memiliki Dinas Ekraf pada akhir tahun ini.
Menteri Ekraf juga menyinggung peluang Indonesia membangun fenomena global serupa “Korean Wave” melalui penguatan narasi dan produk kreatif lokal.
“Orkestra ekonomi kreatif nasional akan menjadi melodi indah jika dimainkan dari semangat daerah. Ini adalah investasi strategis demi terbukanya lapangan kerja, lestarinya budaya, dan lahirnya karya yang membanggakan sekaligus menyejahterakan,” katanya.
Rakornas turut dihadiri pejabat tinggi Kementerian Ekraf serta perwakilan BPJS Ketenagakerjaan, Bank Mandiri, dan para kepala daerah serta sekretaris daerah dari seluruh Indonesia.















