Gandeng Damkar, MI Al Nashiriyah Moga Ajarkan Siswa Siaga Bencana Sejak Dini

PEMALANG – MI Al Nashiriyah Moga, Kabupaten Pemalang, punya cara menarik menutup rangkaian Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) 2026. Madrasah menggandeng Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kecamatan Randudongkal untuk mengenalkan mitigasi bencana kepada para siswa, Sabtu (18/7/2026).

Tak sekadar mendapat materi, para siswa diajak melihat langsung simulasi penanganan kondisi darurat. Mulai dari cara memadamkan api menggunakan handuk basah, menangani kebakaran tabung LPG 3 kilogram, hingga langkah yang harus dilakukan ketika menemukan ular di lingkungan rumah.

Kegiatan bertema “MI Al Nashiriyah Moga Gandeng Damkar untuk Membangun Generasi Siaga Bencana” itu menjadi bagian dari upaya mengenalkan keselamatan dan kesiapsiagaan bencana sejak usia dini.

Siswa Belajar Hadapi Situasi Darurat

Narasumber dari Tim Damkar Kecamatan Randudongkal, Pundi, menjelaskan bahwa setiap kondisi darurat membutuhkan penanganan yang tepat. Masyarakat diminta tidak bertindak sembarangan karena kesalahan penanganan justru dapat memperbesar risiko.

“Musibah harus ditangani dengan pengetahuan yang benar. Terutama yang berkaitan dengan kebakaran, diperlukan ketenangan, kecermatan, dan kehati-hatian agar tidak menimbulkan korban maupun kerugian yang lebih besar,” ujar Pundi.

Para siswa tampak antusias mengikuti setiap demonstrasi. Mereka juga aktif bertanya mengenai kebakaran dan berbagai kondisi darurat yang mungkin ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Edukasi tersebut diharapkan membuat siswa memahami tindakan awal yang aman sekaligus mengetahui kapan harus meminta pertolongan kepada petugas berwenang.

Semprotan Air Damkar Bikin Suasana Meriah

Usai sesi edukasi dan simulasi, suasana berubah semakin meriah. Petugas menyalakan semprotan air dari mobil pemadam kebakaran yang langsung disambut antusias para siswa dan guru.

Momen bermain air bersama menjadi penutup kegiatan MATAMUDA yang menyenangkan sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi para peserta didik.

Kepala MI Al Nashiriyah Moga, Ishom Zamzami, mengatakan pendidikan di madrasah tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik. Siswa juga perlu dibekali karakter, kepedulian, serta kemampuan menghadapi situasi di lingkungan sekitar.

“Kegiatan ini merupakan penutup rangkaian MATAMUDA tahun 2026. Kami berharap seluruh siswa memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan dasar dalam menghadapi berbagai potensi bencana di lingkungan sekitar,” ujar Ishom.

Menurutnya, kolaborasi dengan Damkar memberikan pengalaman belajar secara langsung yang lebih mudah dipahami anak-anak.

“Sinergi bersama Damkar menjadi pengalaman belajar yang sangat berharga bagi anak-anak,” tambahnya.

Melalui kegiatan tersebut, MI Al Nashiriyah Moga berharap kesadaran terhadap mitigasi bencana dapat ditanamkan sejak dini. Para siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang tangguh, disiplin, peduli terhadap lingkungan, serta mampu mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi kondisi darurat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *