Disporapar Jombang Gelar Pelatihan Desa Wisata Bersih, Dorong Konservasi Alam di Destinasi Wisata

JOMBANG — Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) melaksanakan Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata Bersih. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis dan Jumat (20–21/11/2025) di Aula Disporapar Jombang ini merupakan realisasi dari Peraturan Bupati Jombang Nomor 99 Tahun 2023 tentang Desa Wisata.

Pelatihan ini dihadiri oleh 30 ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan bertujuan mewujudkan Desa Wisata Bersih, sejalan dengan program Kementerian Pariwisata (Kemenpar) era Menteri Widiyanti Putri, yaitu Gerakan Wisata Besih (GWB).

Kepala Disporapar dalam sambutannya berharap anggota Pokdarwis dapat bersinergi dengan pemerintah untuk mengelola aset desa dengan baik.

“Kami tentunya sangat berharap setelah dikukuhkan sebagai Pokdarwis, masyarakat bisa bersinergi dengan pemerintah untuk mengelola aset desa dengan baik agar dari sektor pariwisata juga bisa memberikan PAD sesuai yang diharapkan,” ujar Kepala Disporapar.

Narasumber dan Fokus Materi

Disporapar menghadirkan sejumlah narasumber kompeten di bidang pengelolaan desa wisata dan konservasi sumber daya alam. Para narasumber tersebut antara lain:

  • Agni Istighfar Paribrata, M.H. (East Java Ecotourism Forum/EJEF)

  • Andi Yuwono, S.Sos., M.Si. (Asosiasi Desa Wisata Indonesia/ASIDEWI)

  • Tekad Slamet, S.Pdi. (Ketua Pokdarwis Pangeran Benowo Desa Wonomerto)

  • Nanang Sugiarto, S.E. (Kepala Desa Mojotrisno)

  • Perwakilan dari Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup Jombang.

Pokdarwis, sebagai mitra Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa), diharapkan menjadi ujung tombak dalam mengampanyekan Sapta Pesona Wisata, mengingat pilar “bersih” adalah kunci terbentuknya Desa Wisata Bersih.

Pentingnya Konservasi dan Pengendalian Limbah

Lebih lanjut, pelatihan ini menekankan bahwa pembangunan desa wisata harus tetap memperhatikan keberlangsungan alam sekitar. Dengan upaya konservasi alam yang berkelanjutan, pembangunan desa wisata bersih di Kabupaten Jombang tidak hanya akan menjadi wacana.

Pengendalian sampah yang berasal dari limbah rumah tangga maupun limbah industri juga menjadi poin penting yang dibahas, mengingat hal tersebut krusial untuk terbentuknya lingkungan wisata yang bersih dan berkelanjutan.

Penulis: AYLA ROHMA, S.Kom.Editor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *