Kenduren Wonosalam merupakan event tahunan yang pada awalnya bertujuan untuk memberitahukan kepada masyarakat luas dan sebagai wujud syukur dalam panen raya durian lokal varian asli Wonosalam.
Masyarakat dari berbagai penjuru berdatangan di Wonosalam guna mengikuti acara yang tidak ada di kabupaten atau kota yang lain khususnya di wilayah Jawa Timur. Event tersebut menjadikan Wonosalam daerah pegunungan yang biasanya tenang di sore hari menjadi hingar bingar dan nampak lautan manusia selama 2 hari penuh.
Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DISDAGRIN) Kabupaten Jombang.
DISDAGRIN Jombang membuka pameran untuk mengenalkan produk usaha binaan dalam acara Kenduren Wonosalam.
Mario, Ketua Asosiasi Jombang Kuliner menyampaikan, “Acara atau event tahunan ini menjadi berkah yang luar biasa bagi pelaku usaha binaan, waktu yang tepat untuk promosikan produk-produk kami dan juga mengenalkan jenis usaha dari asosiasi yang tergabung di dalamnya,” ujarnya.
“Kami bisa langsung bertemu dengan konsumen dan ngobrol langsung mengenai apapun tentang masing-masing jenis usaha dan produknya, kemudian mereka bisa melihat dan menikmati langsung produk kami,” tambahnya.
Ada 3 asosiasi yang dihadirkan oleh DISDAGRIN saat malam itu, diantaranya ada Jombang Kuliner (Jokul), Asosiasi Kopi Wonosalam (AKW), dan Perhimpunan Makanan dan Minuman (PERMAMIN).
Sumarno, Ketua PERMAMIN Jombang yang juga pemilik dari Pusat Oleh-oleh Jombang ‘Surya Indah’ menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengenalkan produk dan juga dapat bertemu langsung dengan pembeli.
“Harapannya semoga acara-acara seperti ini bisa diselenggarakan terus (tahunan) dan masyarakat bisa membeli produk dan lebih cepat dan tepat dalam hal pemasaran,” tandasnya.















