MAROS — Balai Pengelola Kereta Api (BPKA) Sulawesi Selatan mengambil langkah berani untuk menjamin kepuasan publik. Tidak tanggung-tanggung, BPKA menggandeng Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sulsel untuk melakukan evaluasi total terhadap layanan kereta api lintas Mandai–Garongkong, Sabtu (20/12/2025).
Langkah strategis ini dilakukan guna memastikan moda transportasi pertama di Sulawesi tersebut berjalan sesuai standar pelayanan publik yang inklusif dan bebas maladminstrasi.
Penelusuran Jalur Mandai–Garongkong
Tim evaluasi yang dipimpin langsung oleh Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sulsel, Ismu Iskandar, bersama Kepala BPKA Sulsel, Debby Hospital, menyisir setiap sudut fasilitas di sepanjang lintas Stasiun Mandai hingga Stasiun Garongkong. Fokus utama peninjauan ini meliputi:
-
Kesiapan Sarana & Prasarana: Kelayakan gerbong dan fasilitas pendukung.
-
Fasilitas Publik: Keberadaan ruang laktasi, akses ramah difabel, musala, hingga kebersihan kamar mandi.
-
Mekanisme Layanan: Proses pembelian tiket hingga penumpang turun di stasiun tujuan.
“Pelibatan Ombudsman adalah langkah strategis kami agar pelayanan tetap berada pada koridor tata kelola yang baik. Kami terbuka pada setiap rekomendasi demi kenyamanan masyarakat,” ujar Debby Hospital.
Rekomendasi: Benahi Sistem Tiket dan Digitalisasi
Meski secara umum Ombudsman menilai layanan telah berjalan dengan baik, Ismu Iskandar memberikan sejumlah catatan penting yang harus segera ditindaklanjuti. Salah satu yang paling disorot adalah penataan sistem pembelian tiket agar lebih tertib dan mudah diakses.
Ombudsman mendorong percepatan penggunaan kartu elektronik dan penguatan layanan digital secara menyeluruh. Selain itu, optimalisasi area stasiun melalui pelibatan pelaku UMKM lokal juga menjadi rekomendasi utama guna meningkatkan ekonomi daerah di sekitar jalur kereta.
Suara Penumpang: “Hubungkan Makassar Hingga Parepare”
Di sela-sela peninjauan, aspirasi masyarakat pun mengalir deras. Banyak penumpang yang merasa puas dengan kenyamanan kereta saat ini, namun berharap jangkauan layanan segera diperluas.
“Kami sangat terbantu karena kereta api ini murah dan aman. Harapannya, ke depan bisa segera terhubung langsung dari Makassar hingga Parepare, bahkan ke seluruh wilayah Sulawesi,” ungkap salah satu penumpang.
Target Berkelanjutan
Hasil evaluasi ini tidak hanya akan menjadi bahan perbaikan internal, tetapi juga akan dijadikan dasar rekomendasi kuat kepada pemerintah pusat. BPKA Sulsel berharap dukungan penganggaran dan kebijakan ke depan dapat semakin memperkuat operasional perkeretaapian di Sulawesi Selatan sebagai transportasi masa depan yang unggul.












