Ayah di TTS Tega Habisi Nyawa 2 Anak Kandungnya

Sebuah tragedi mengiris hati terjadi di Desa Skinu, Kecamatan Toianas, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT). Yani Taniu, seorang ayah tega menghabisi nyawa dua anak kandungnya sendiri pada Senin (03/03/2025) pagi. Peristiwa mengerikan ini terjadi di RT 014 RW 007 saat keluarga tersebut berada di kebun.

Menurut kesaksian sang ibu, Nia Bobe, pagi itu mereka sekeluarga pergi ke kebun. Ia dan suaminya bekerja, sementara kedua putrinya, Jesika dan Sarifa Taniu, bermain di sungai mencari udang dan kepiting. Suasana berubah mencekam ketika terjadi pertengkaran antara Yani Taniu dan istrinya. Tanpa diduga, Yani Taniu tiba-tiba menyerang Jesika, anak bungsunya, hingga tewas di tempat. Ia kemudian menyimpan jasad Jesika dan mengejar Sarifa. Sarifa yang berusaha melarikan diri terjatuh dan kemudian dihabisi oleh ayahnya sendiri.

“Suami saya tiba-tiba marah dan bertanya, ‘Kau omong-omong saya maksudnya apa?’ Saya jawab, ‘Kenapa kau marah-marah?’ Lalu dia langsung menyerang Jesika,” tutur Nia Bobe dengan suara bergetar menceritakan peristiwa nahas tersebut. Ketakutan, Nia Bobe melarikan diri ke hutan dan meminta pertolongan kepada warga sekitar sebelum melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.

Warga yang mendengar teriakan Nia Bobe segera berhamburan dan menemukan Yani Taniu masih berada di dekat sungai. Mereka kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada kepala desa yang langsung menghubungi pihak kepolisian. Sekitar pukul 16.30 WITA, petugas dari Polsek Ayotupas tiba di lokasi dan mengamankan Yani Taniu tanpa perlawanan. Saat ini, Yani Taniu telah ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Motif di balik pembunuhan sadis ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Kejadian ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Desa Skinu. Polisi masih terus menyelidiki motif di balik pembunuhan tersebut. Semoga kasus ini segera terungkap dan keadilan dapat ditegakkan.

Penulis: KLAUDIUS A. SANBEIN, S.Pd.Editor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *