SINGKIL – Banjir besar melanda Kabupaten Aceh Singkil selama lima hari berturut-turut, mulai 27 November hingga 1 Desember 2025. Bencana ini menyebabkan lumpuhnya aktivitas warga dan terendamnya sebagian besar rumah hingga ketinggian mencapai setengah bangunan di beberapa titik.
Banjir berdampak luas di berbagai lokasi, termasuk Kota Singkil dan desa-desa sekitarnya seperti Desa Peabumbung, Desa Ujung Bawang, Desa Solok, dan Handel. Sebagian besar warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman karena rumah mereka terendam habis.
Selain merendam permukiman, banjir ini juga menimbulkan dampak serius terhadap infrastruktur dan komunikasi:
-
Pemadaman Listrik: Terjadi selama enam hari berturut-turut.
-
Jaringan Internet: Akses terputus total, menyebabkan kesulitan berkomunikasi dengan keluarga di luar Aceh Singkil.
-
Kerusakan Akses: Sebagian jembatan terputus, mempersulit masyarakat untuk bekerja dan memutus akses ekonomi.
Seorang warga Desa Peabumbung mengungkapkan kesulitan yang dialami selama bencana. “Kami masyarakat khususnya di Desa Peabumbung dalam beberapa hari belakangan, kami sulit beraktivitas dikarenakan airnya sangat dalam. Selama banjir, kami hanya bisa menunggu bantuan dari pemerintah setempat karena ekonomi kami di sini tidak stabil dikarenakan akses jalan tidak bisa lewat,” kata warga setempat.
Warga mendesak pemerintah agar sigap menanggulangi dampak jangka panjang. Mereka berharap pemerintah segera mengambil tindakan untuk memperbaiki jembatan dan infrastruktur yang terputus. Hal ini dianggap krusial agar jalur ekonomi dan aksesibilitas masyarakat dapat pulih sepenuhnya.












