Jombang, salamolahraga.com | Kesenian Wayang Potehi di Gudo, Jombang yang dipimpin oleh Toni Harsono (pengurus klenteng Hong San Kiong) mengatakan bahwa ia bangga menampilkan seni Wayang Potehi hingga pentas internasional walaupun tidak mendapatkan uang, tetapi ia sangat bangga dapat mengenalkan Wayang Potehi di manca negara.
Toni menceritakan pengalamannya bersama tim saat melakukan perjalanan ke Eropa hingga memulai pentas disana. Toni juga mengatakan bahwa ia bersama tim tampil di Eropa dari tanggal 31 Mei hingga 6 Juni 2024, namun persiapan yang mereka lakukan jauh-jauh hari sebelum mendekati tanggal pentas.
“Kami tampil di Eropa dari tanggal 31 Mei hingga 6 Juni 2024. Namun sebelum hari pementasan, kami sudah berangkat jauh-jauh hari sebelumnya, sehingga total kami berada di Eropa selama 13 hari,” ucap Toni di depan awak media Selasa, (9/7/2024).
Tak hanya itu, Toni menceritakan tantangan yang dihadapi selama berada di Eropa. Dengan logistik apa adanya, timnya harus berhemat untuk mencukupi kebutuhan hidup disana, termasuk memasak sendiri saat di hotel karena bahan baku yang sangat mahal.
“Tiga kali pentas, dua kali di Naples, Italia, dan sekali di Paris, Perancis. Kami pertama tampil di Italia, lalu menuju Paris dengan bus, sementara peralatan kami yang cukup banyak sehingga tidak memungkinkan untuk diangkut bus jadi 3 orang tim kami menggunakan transportasi pesawat agar peralatan bisa dimuat dengan mudah,” ujarnya.

Adapun yang menjadikan Wayang Potehi ini terbilang unik dan langka, sehingga berbeda dari yang lain. Ketika pentas Wayang Potehi digelar, lagu yang mengiringi Wayang Potehi ini ialah lagu Yalal Wathon yang sering kali dinyanyikan saat acara-acara Islamiah pada umumnya.
Pertama kali dan satu-satunya wayang yang menggunakan lagu Yalal Wathon untuk pertunjukan pentas kesenian Wayang Potehi, Toni menjelaskan bahwa ia sering menyanyikan lagu Yalal Wathon saat acara di kelenteng dan acara lainnya saat pertunjukan Wayang Potehi, menurutnya lagu ini identik dengan Jombang.
“Yalal Wathon sering kita nyanyikan di acara-acara saat di kelenteng seperti kemarin di UNESCO, itu kan lagu Marsnya NU dan identik dengan Jombang jadi kita nyanyikan dimana saja setiap kali tampil,” tandasnya.
Alasan lagu Yalal Wathon ini digunakan setiap kali pentas, karena lagu Yalal Wathon ini mempunyai lirik yang bagus dan menjadikan semangat bagi tim untuk menunjukkan pentas Wayang Potehi.
“Lagu Yalal Wathon ini mempunyai lirik yang bagus dan membawakan semangat,” tutupnya.












