KULIAH KEWIRAUSAHAAN SINGKAT BERSAMA WARSUBI DI UNIPDU DALAM FORUM PEMBEKALAN MAHASISWA KPM 2024

JOMBANG, salamolahraga.com | Acara pembekalan sebelum menjalankan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) yang akan dilaksanakan di wilayah Kec. Sumobito Jombang digelar pada hari Selasa, 02/07/2024.

Kegiatan pembekalan KPM dilaksanakan di gedung gelora ABI AS’AD UNIPDU yang diikuti oleh seluruh mahasiswa dari berbagai fakultas kampus UNIPDU, diawali dengan bimbingan dari Wiwit Denny Fitriana M.Si (Kepala Pusat Halal LPPM UNIPDU).

Ia menyampaikan kepada mahasiswa tentang pentingnya sertifikat halal bagi pelaku usaha baik UMKM hingga industri besar, karena setelah ini pemerintah akan menerapkan aturan wajib bersertifikat halal bagi seluruh pedagang/ pelaku usaha termasuk UMKM.

Wiwit juga menyampaikan bahwa peran penting mahasiswa saat KPM berlangsung, agar memberi edukasi kepada masyarakat yang mempunyai usaha namun belum mempunyai sertifikat halal untuk produknya.

Dirinya berpesan agar mahasiswa membantu masyarakat mendaftarkan usaha yang belum memiliki nomor izin berusaha (NIB) dan juga sertifikasi halal agar mereka tetap bisa berjualan, karena bulan Oktober 2024 sudah mulai ditertibkan wajib bersertifikat halal bagi pelaku usaha baik UMKM hingga industri besar.

“Jadi saya harap dari seluruh kelompok KPM agar mengedukasi masyarakat terutama pelaku usaha terutama UMKM agar mereka bisa tetap berjualan, kita berikan mereka wawasan mengenai pentingnya sertifikasi halal karena mulai bulan Oktober 2024 ini pemerintah akan menerapkan aturan wajib bersertifikat halal bagi semua pelaku usaha baik UMKM maupun industri besar,” tegas Wiwit.

Setelah itu memasuki acara berikutnya yang diisi oleh H. Warsubi dan H.M Syahrul Ashar SIP, M.Kes. (Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama) sebagai narasumber pembekalan KPM mahasiswa UNIPDU.

Sambutan pertama disampaikan oleh Muhammad Zaki S.E. M.Pd (Humas) yang berlangsung dengan kondusif, kemudian dilanjutkan oleh narasumber yaitu H. Warsubi.

H. Warsubi memulai pembicaraan dengan berbagi perjalanan hidupnya yang ia alami dalam merintis usaha dari nol hingga mencapai keberhasilan. Ia menyampaikan pentingnya keberanian, kreativitas, dan ketekunan dalam menjalankan usaha.

“Menjadi seorang wirausaha bukan hanya tentang mencari keuntungan, tetapi juga tentang memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Anda harus berani mengambil risiko dan tidak takut gagal. Kegagalan adalah bagian dari proses belajar,” ucap H. Warsubi di depan para mahasiswa.

Tak hanya itu H. Warsubi juga membagikan beberapa tips praktis untuk mahasiswa yang ingin terjun ke dunia wirausaha diantaranya harus memiliki visi dan misi yang jelas.

“Untuk menjalankan suatu usaha anda harus memiliki visi dan misi yang jelas untuk usaha Anda. Dengan tujuan yang jelas, langkah-langkah yang harus diambil akan lebih terarah. Yang tak kalah penting yaitu membangun jaringan dan relasi. Bangun hubungan baik dengan banyak pihak baik konsumen, pemasok, maupun rekan bisnis. Jaringan yang luas sangat membantu pengembangan usaha kita,” tuturnya.

Setelah H. Warsubi memberikan bimbingan kepada mahasiswa, kemudian disambung oleh H.M Syahrul Ashar. Ia menyampaikan dunia sudah modern sekarang semua serba digital salah satu contoh adalah masuk bandara, pintu tol, imigrasi, rata-rata sudah menggunakan sistem digital.

“Masuk bandara sudah tidak pakai orang, masuk tol sudah tidak pakai orang, imigrasi sudah tidak pakai orang. Terus kita apa,” ujar H.M Syahrul Ashar di hadapan para mahasiswa.

Jadi peran penting mahasiswa ketika KPM berlangsung adalah memberikan edukasi terhadap masyarakat yang punya usaha UMKM namun belum bisa menggunakan teknologi digital, agar masyarakat tidak ketinggalan zaman dan meningkatkan produktivitas usaha UMKM mereka.

Penulis: TIM S.OEditor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *