Didong Jalu Pelita vs Linge Antara di Simpang Simpil, Penonton Membludak

Takengon – Pertandingan dua klop antara Pelita klop asal Kampung Penarun Kecamatan Linge dan Linge Antara asal kampung Gemboyah Kecamatan Linge Kab. Aceh Tengah.

Masing-masing klop terdiri dari pria berjumlah 20 sampai 30 orang bahkan mungkin lebih. Masing-masing klop terdapat tiga pasang ceh atau lebih penyair dan pendendang puisi atau lagu didong. Para ceh-ceh ini memiliki suara merdu melantunkan dendang sya’irnya.

Pertunjukan didong berlangsung semalam suntuk sampai pagi (25/06/2024).

Didong adalah kesenian tradisional yang sangat populer dan diminati oleh masyarakat Gayo. Para senimannya dipanggil dengan sebutan ceh-ceh Didong.
Ada beberapa nama klop didong di Kecamatan Linge di setiap kampung.

Didong merupakan seni pertunjukan yang dilakukan oleh para lelaki secara berkelompok, dengan ekspresi yang bebas sambil duduk bersila atau berdiri sambil mereka melantunkan syair-syair berbahasa Gayo dengan suara merdu, sambil manabuh gendang, bantal atau panci dan bertepuk tangan secara bervariasi, sehingga memunculkan suara dan gerak yang indah dan menarik.

Seni pertunjukan tradisional yang menjadi kebanggaan masyarakat Gayo ini mampu bertahan hingga sekarang di tengah perkembangan teknologi dan pengaruh westernisasi. Masyarakat tidak bosan-bosannya menyaksikan ceh-ceh didong berdidong semalaman suntuk, dari isya hingga subuh.

Syair-syair yang dilantunkan dengan kekuatan perpaduan konfigurasi seni gerak, sastra dan suara para penonton untuk dan terus mendengar refleksi sosial dan religius dari ceh-ceh didong tentang berbagai persoalan sosial yang ada di masyarakat serta hubungan manusia dengan alam agar hidup ini dapat disikapi secara bijaksana.

Penulis: ALIMINEditor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *