Satuan Samapta Perintis Presisi Polres Timor Tengah Selatan melakukan patroli di wilayah hukum Polres TTS guna memberikan penertiban, pengayoman, kenyamanan, menangkal seluruh gangguan kamtibmas dan balap liar di Kab. Timor Tengah Selatan, Prov. Nusa Tenggara Timur pada hari Kamis 06/06/2024.
Kapolres TTS, AKBP I Gusti Putu Suka Arsa.S.I.k melalui Kanit Samapta AIPDA Marthen Maro dan BRIPKA Nyongki Kaiadu beserta personil Samapta TTS, saat ditemui media ini pada Kamis 06 Juni 2024 sekitar pukul 21.20 WITA di sekitar pasar buah arah Kupang mengatakan, “Saat ini kami melakukan patroli untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan mencegah gangguan kamtibmas,” ujarnya.
“Kami melakukan patroli setiap malam untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat, mencegah gangguan kamtibmas dan juga melakukan pemeriksaan kelengkapan dan bawaan mobil truk dan pick up yang mencurigai, hal ini dilakukan dikarenakan beberapa waktu lalu kami mendapat laporan masyarakat yang kehilangan 3 ekor sapi sekaligus, maka itu kami dari Sat Samapta Polres TTS melakukan giat patroli tersebut,” ucap Aipda Marthen.
Ia juga menghimbau kepada Kepala Desa yang berada di TTS untuk membantu masyarakat dalam membuat surat kepemilikan ternak sapi agar terhindar dari razia.
“Saya menghimbau kepada Kepala Desa agar membantu masyarakat mengurus kelengkapan surat kepemilikan ternak sapi agar terhindar dari razia, dikarenakan maraknya pencurian binatang yang sering terjadi, untuk itu saya juga menghimbau bagi masyarakat yang mempunyai binatang piaraan bisa lebih extra penjagaan ternaknya agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” himbaunya.
Maraknya balap liar di TTS juga menjadi perhatian khusus satuan Samapta TTS untuk lebih giat dalam patroli, mirisnya yang melakukan giat balap liar ini masih anak-anak dibawah umur yang notabene masih sekolah. Maka dari itu Aipda Marthen meminta kepada para orangtua yang mempunyai anak yang sering melakukan balap liar di tengah malam agar lebih melakukan pengawasan terhadap anak-anak ini.
“Saya menghimbau kepada orangtua yang mempunyai anak yang sering melakukan balap liar agar mengawasi anak-anaknya agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, saya juga menghimbau kepada adik-adik untuk tidak melakukan balap liar. Selain mengganggu jam istirahat masyarakat di sekitar juga dapat menghilangkan nyawa adik-adik ini sendiri. Jika kedapatan melakukan balap liar maka kami akan mengambil tindakan dan akan memberikan pembinaan,” tutup Marthen.













