Peralatan Rumah Tangga Banyak yang Rusak Imbas Mati Listrik, Kantor PLN Didemo Massa

Aceh Barat – Banyaknya kerusakan alat rumah tangga membuat Kantor PLN di Meulaboh di demo massa dan mahasiswa, Kamis (6/6/2024).

Massa dan mahasiswa berdatangan ke Kantor PLN Meulaboh dengan membawa peralatan rumah tangga yang diduga rusak akibat tidak stabilnya arus listrik, seperti kipas angin, kulkas, dan televisi dan peralatannya lainnya.

Disambut langsung oleh General Manager PLN Meulaboh para pengunjuk rasa berorasi menyampaikan aspirasi terkait pemadaman serta kompensasi akibat pemadaman yang terjadi di wilayah Aceh Barat.

Salah seorang warga Kecamatan Johan Pahlawan, Deni Setiawan, ia mendatangi Kantor PLN Meulaboh untuk meminta ganti rugi kerusakan peralatan rumah tangganya dan milik warga lainnya sebagaimana diatur dalam UU NO 11 Tahun 2020 tentang cipta kerja, juga menuntut adanya jaminan kompensasi pemotongan tagihan listrik yang diatur dalam Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral Nomer 18 Tahun 2019 perubahan atas Permen ESDM no 27 Tahun 2017 tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya terkait dengan Tenaga Listrik oleh PLN. Sesuai dengan aturan yang berlaku Pihak PLN harus bertanggung jawab atas kerugian yang dialami masyarakat akibat pemadaman lampu tersebut.

Deni menjelaskan jika apa yang menjadi tuntutan tidak didengarkan maka ia bersama dengan massa lainnya akan memboikot PLN serta akan menutup pintu pagar kantor PLN dengan di las.

“Kalau apa yang kita tuntut tidak dipenuhi, kita akan boikot serta pintu pagar kantor PLN kita las,” ujarnya.

Salah seorang pengunjuk rasa, Dede menyebutkan pihaknya akan membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang terdampak kerusakan alat elektronik milik mereka.

Posko pengaduan tersebut akan dibuka dan dilakukan pada hari Minggu 9 Juni 2024.

Penulis: SUNARDIEditor: SNF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *